SHARE

Nama Paulus Tanos mungkin tidak setenar pengusaha keturunan lainnya yang besar di bumi Indonesia. Namanya bahkan baru dikenal publik setelah kasus e-KTP meledak.

Ya, Paulus Tanos inilah yang membeli PT Sandipala Artha Putra, yang belakangan bergabung di konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), bersama PT Len Industri, PT Quadra Solution dan PT Sucofindo. Konsorsium PNRI inilah yang diputuskan sebagai pemenang tender pengadaan proyek e-KTP Kemendagri tersebut.

Masalahnya, setelah pada akhirnya ditemukan banyaknya kejanggalan pada proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 5,9 triliun  dari APBN 2011-2012 tersebut, Paulus Tanos dikabarkan hengkang ke Singapura–negeri yang menjadi surga bagi koruptor dan perampok duit rakyat itu.

ktpku

Tidak diketahui sejak kapan Paulus Tanos yang semula berbisnis alat-alat listrik itu bermukim di Singapura. Dari keterangan beberapa sumber, kaburnya Paulus Tanos ke Singapura ini antara lain dikarenakan keengganannya berurusan dengan Tommy Winata.

Lho, apa hubungannya dengan taipan kondang itu? Selidik punya selidik ternyata Paulus Tanos disebut-sebut ada konflik dengan Andi Winata, putra TW yang juga ikut bermain di proyek e-KTP Kemendagri tersebut.

Karena keterlibatannya dalam konsorsium PNRI yang memenangkan tender pengadaan e-KTP dari anggaran 2011-2012 itu, nama Paulus Tanos beberapa kali disebut oleh sejumlah saksi yang dihadirkan di persidangan kasus dugaan korupsi dari proyek mercusuar Kemendagri tersebut.

Paulus Tanos, melarikan diri ke Singapura.
Paulus Tanos, melarikan diri ke Singapura.

Nama Paulus Tanos, misalnya, disebut oleh Direktur PT Java Trade Utama Johannes Richard Tanjaya pada persidangan 20 April lalu.

Namun, kesaksian yang lebih menghebohkan tentang Paulus Tanos sebenarnya justru sudah mencuat jauh sebelumnya, tepatnya pada persidangan 16 Maret.

Apa hebohnya? Ini: bahwa dalam pelariannya di Singapura ini Paulus Tanos diduga pernah disambangi oleh Gamawan Fauzi, Mendagri 2009-2014.

Baca Juga  Sekjen Kemendagri: Andi Narogong Jadi ATM Gamawan Fauzi

Ihwal dugaan pertemuan antara Gamawan Fauzi dengan Paulus Tanos ini menjadi materi utama yang dipertanyakan tim jaksa penuntut umum KPK. Namun, Gamawan Fauzi terus membantah jika kepergiannya ke Singapura kala itu untuk menemui Paulus Tanos.

Jaksa penuntut umum KPK waktu itu tidak mempermasalahkan bantahan Gamawan. Mendagri 2009-2014 ini dicecar tim jaksa terkait kepergiannya ke Singapura bersama Irman dan Sugiharto, dua anak buahnya di Kemendagri.

irman
Irman dan Sugiharto, dua terdakwa kasus e-KTP, mendampingi Gamawan Fauzi ke Singapura

Atas pertanyaan jaksa mengenai alasan kepergiannya ke Singapura, Gamawan menjelaskan bahwa dirinya hanya sekedar mampir ke Singapura seusai kunjungan kerja ke Batam.

“Apa saudara saksi pernah ke Singapura,” tanya jaksa ke Gamawan Fauzi.

“Iya tapi itu saya ke sana sehabis dari Batam, karena teman-teman ada yang belum pernah kesana (Singapura) yaudah kita kesana,” jawab mantan Bupati Solok selama 10 tahun dan peraih sejumlah penghargaan kejujuran itu.

“Dengan biaya apa anda kesana?”

“Dengan uang sendiri. Bahkan uang dinas saya kasih ke ajudan saya untuk dibawa pulang 500 dollar bahkan ada uang saya di sana,” jelas Gamawan.

“Anda bertemu dengan Paulus Tannos disana?” tanya jaksa lagi.

“Tidak. Saya hanya satu hari di sana, di hotel saja,” pungkasnya.

“Dengan uang sendiri. Bahkan uang dinas saya kasih ke ajudan saya untuk dibawa pulang 500 dollar bahkan ada uang saya di sana,” jelas Gamawan.

“Anda bertemu dengan Paulus Tannos disana?” desak jaksa lagi.

“Tidak. Saya hanya satu hari di sana, di hotel saja,” pungkasnya.

Percayakah Anda?