SHARE
Gamawan Fauzi, menerima duit sogokan e-KTP.

Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menjadi salah satu penerima aliran uang korupsi proyek e-KTP. Pemberian uang kepada Gamawan dilakukan bertahap.

Menurut mantan bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin permintaan dari Gamawan Fauzi sangat jelas dan terang, sehingga siapa pun bisa mengetahui maksudnya.

“Saat penetapan pemenang, tertunda-tunda. Andi melapor ke Anas bahwa ada rencana untuk digagalkan,” ujar Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Andi Agustinus alias Andi Narogong adalah pengusaha yang memegang proyek pelaksanaan e-KTP. Ia mengkoordinasi sejumlah konsorsium yang mengikuti lelang. Selanjutnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat saat itu, Anas Urbaningrum menghubungi dengan Kementerian Dalam Negeri soal penetapan pemenang lelang.

“Terus ketemu sama adiknya (Gamawan), Aulia. Sama tangan kanannya (Gamawan),” kata Nazar.

Gamawan, Menurut keterangan Nazar, saat itu meminta 2 juta dollar AS. Setelah itu, Andi menyiapkan uang sejumlah yang diminta. “Setelah disiapkan Andi, diserahkan, SK keluar,” kata Nazar.

Selain itu, Gamawan kembali meminta uang sebesar 2,5 juta dollar AS. Ia memperkirakan, uang yang diterima Gamawan sebesar 4 hingga 5 juta dollar AS. Dalam surat dakwaan, Gamawan disebut menerima uang sejumlah 4,5 juta dollar dan Rp 50 juta.

Pada Maret 2011, Andi Narogong memberi uang kepada Gamawan melalui Afdal Noverman sebesar 2 juta dollar AS. Inilah uang yang diakui Gamawan sebagai utang untuk berobatnya. Padahal uang tersebut adalah sogokan yang bertujuan agar lelang proyek e-KTP tidak dibatalkan Kemendagri.

Untuk melancarkan proses penetapan lelang, pertengahan Juni 2011, Andi kembali memberi Gamawan uang sebesar 2,5 juta dollar AS. Pemberian dilakukan melalui saudara Gamawan lainnya, Azmin Aulia.

Beberapa hari kemudian, Gamawan menerima nota dinas dari ketua panitia pengadaan yang intinya mengusulkan konsorsium PNRI sebagai pemenang lelang pekerjaan penerapan e-KTP. Selanjutnya, pada 21 Juni 2011, Gamawan menetapkan konsorsium PNRI sebagai pemenang lelang dengan harga penawaran sebesar Rp 5.841.896.144.993 berdasarkan Surat Keputusan Mendagri Nomor : 471.13-476 tahun 2011.

Baca Juga  Lima Fakta Setya Novanto Tak Terlibat Kasus e-KTP

Kemudian, ada lagi pemberian uang dari mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri kepada Gamawan sebesar Rp 50 juta pada saat kunjungan kerja di Balikpapan, Batam, Kendari, Papua, dan Sulawesi Selatan.