SHARE

PHNOM PENH — Badan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) memberikan satu kuil kuno di Kamboja ke daftar pusaka dunianya. Ketentuan UNESCO ini, menurut pemerintah Kamboja, membuat jumlah warisan di negara Asia Tenggara itu jadi tiga.

Sambor Prei Kuk atau ‘pura dalam kekayaan hutan’ dalam bhs Khmer, terdapat 206 km. di utara ibu kota, Phnom Penh, tempat banyak kuil, sepuluh salah satunya yaitu bersegi delapan. ” Sebagian dari unsur itu, termasuk juga kusen, kuda-kuda serta pilar, benar-benar mahakarya sejati, ” kata UNESCO di lamannya, Sabtu (8/7).

UNESCO menyebutkan daerah itu dikenali jadi Ishanapura, ibukota Kakaisaran Chenla kuno, peradaban Khmer, yang berkembang pada akhir era ke-6 serta ke-7 dan mendahului kekaisaran Khmer. Tempatnya mencakup daerah seluas 25 km. persegi. Loka itu jadi makin populer di kelompok wisatawan mancanegara.

” Ketentuan Panitia Pusaka Dunia UNESCO yaitu kebanggaan besar beda untuk bangsa ini, ” kata pernyataan Kementerian Kebudayaan Seni Rupa Kamboja pada Ahad (9/7) seperti ditulis Reuters.

Kunjungan wisatawan ke Kamboja naik lima % jadi lima juta pada th. kemarin. Sekitaran 5, 5 juta wisatawan diprediksikan berkunjung ke negara itu pada th. ini.

Dua tapak beda di Kamboja telah mempunyai kedudukan pusaka, termasuk juga Angkor Wat, yang populer di propinsi Siem Reap serta jadi sisi dari film ” Lara Croft : Tomb Raider “. Angkor Wat serta Preah Vihear, kuil era ke-11 di perbatasan Thailand dengan Kamboja, tercatat jadi Tapak Pusaka Dunia pada 2004 serta 2008.

Sambor Prei Kuk menaikkani daftar itu pada Sabtu (8/7) dengan tapak beda di Cina serta India. Grup hak asasi Tibet mengecam ketentuan UNESCO memperluas kedudukan warisan dunia ke daerah dataran tinggi luas di lokasi lebih berat ke Tibet, dengan menyebutkan kalau itu menguatkan kendali Cina pada lokasi itu.