SHARE

Rapat perdana Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (7/6) siang ini, diyakini berlangsung hangat. Ini karena jumlah peserta rapat bertambah banyak, dari semula 16 menjadi 20. Ada tambahan empat peserta rapat dari fraksi Gerindra.

Ya, Fraksi Gerindra telah merekomendasikan empat anggotanya untuk masuk ke dalam Pansus KPK. Empat nama itu yakni Muhammad Syafii, Desmond Junaidi Mahesa, Supratman Andi Agtas, dan Wenny Warouw.

Ke-4 wakil dari Fraksi Gerindra secara resmi didaftarkan dan disepakati di awal rapat perdana Pansus KPK, siang ini di kompleks parlemen. Pengiriman anggota Pansus merupakan hasil keputusan pimpinan fraksi, sehingga harus dipatuhi oleh semua kader Gerindra di DPR. Pengiriman empat nama tersebut sekaligus mempertegas keikutsertaan Gerindra ke dalam Pansus KPK.

syafii
Muhammad Syafii, salah satu wakil Gerindra

Muhammad Syafii, salah satu wakil dari Fraksi Gerindra, amat bersemangat masuk ke dalam Pansus KPK. Dia bahkan siap ditunjuk sebagai pimpinan Pansus KPK ini. “Memimpin Pansus RUU Terorisme saja saya siap, masa angket KPK tidak siap,” ujar Muhammad Syafii.

Ditegaskannya, keikutsertaan Gerindra ke dalam Pansus KPK merupakan bentuk penghormatan atas keputusan paripurna. Karena itu, ia menepis anggapan bahwa Gerindra tidak konsisten, karena sempat menolak pada awal pembentukkan hak angket terhadap KPK.

“Berbeda pendapat sebelum keputusan itu biasa. Tapi kalau sudah diambil keputusan maka tidak berarti kami menolak keputusan,” ujar Syafii.

Sementara, anggota DPR Fraksi Hanura Dossy Iskandar menyatakan, Hanura resmi menunjuk dirinya untuk masuk ke dalam pansus angket KPK.

Ia berkata, partainya telah memerintahkan untuk mengawal jalannya pansus, termasuk menanyakan soal kasus dugaan korupsi Miryam S. Haryani.

“Itu (Kasus Miryam) bagian kecil saja. Setiap hari yang bergaul di Komisi III tentu punya catatan kinerja tata kelola (KPK),” ujar Dossy.

Baca Juga  Ini yang Buat Gerindra Kirim Wakilnya untuk Pansus KPK
iskandar
Dossy Iskandar, satu-satunya wakil dari Hanura

Dossy juga mengklaim siap ditunjuk sebagai pimpinan pansus angket KPK. Namun, ia meyebut, kesiapannya harus sejalan dengan kesepakatan rapat perdana pansus angket KPK. “Kami hargailah perkembangan pendapat di dalam rapat-rapat (pansus),” ujarnya.

Pembentukan hak angket awalnya digulirkan oleh anggota komisi III DPR. Tujuannya untuk menyelidiki pengakuan Miryam kepada Penyidik KPK Novel Baswedan yang mengaku ditekan oleh sejumlah anggota DPR saat menjadi saksi kasus korupsi e-KTP.

Dalam persidangan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa mantan pejabat kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, Novel mengungkapkan miryam ditekan oleh enam anggota DPR. Karena itu, Miryam mencabut Berita Acara Pemeriksaan.