SHARE

Fraksi Partai Gerindra tengah mempersiapkan dua kader terbaiknya untuk disertakan dalam Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi. Siapa nama dua wakil dari partai-nya Prabowo Subiyanto ini, masih dirahasiakan. Fraksi Gerindra belum menyerahkannya ke Bamus DPR.

“Kami akan kirimkan dua nama ke Pansus KPK ini,” kata Sodik Mudjahid, jubir Fraksi Gerindra.

Gerindra sebelumnya termasuk yang menolak hak angket dan pembentukan Pansus KPK, sebagaimana Fraksi Golkar dan PPP. Namun, belakangan Golkar dan PPP berubah sikap. Demikian juga dengan Gerindra.

Fraksi PAN sebelumnya juga bersikeras menolak. Tetapi, mereka juga kemudian menunjukkan perubahan sikapnya. PAN kini tengah mempertimbangkan untuk mengirimkan wakilnya juga di Pansus KPK.

mudjahid
Sodik Mudjahid, jubir Fraksi Gerindra.

Yang masih belum berubah sikap, Demokrat, PKB dan PKS. Pimpinan tertinggi dari ketiga partai masih tidak mengijinkan fraksinya di DPR menyetujui hak angket dan juga pembentukan Pansus KPK. Mereka seperti masih khawatir kalau keberadaan pansus nantinya menjadi sarana untuk melemahkan lembaga antirasuah tersebut. Padahalnya sebenarnya tidak. Pansus justru bisa menjadi sarana penguatan bagi KPK.

Itu juga yang kemudian disadari sepenuhnya oleh Gerindra. Gerindra beralasan pengiriman anggotanya ke Pansus KPK justru sebagai bentuk pengawalan dari angket tersebut agar tidak melemahkan KPK. Gerindra prinsipnya tetap menolak hak angket.

“Ya betul bentuk pengawalan saja. Gerindra tetap konsisten menolak hak angket KPK, tapi kita akan mengawal siapa tahu bisa mempengaruhi dan melobi agar tidak mengarah pada pelemahan KPK,” jelas Sodik Mudjahid.

Baca Juga  Pansus Bisa Luruskan Langkah KPK yang tak Benar dan Sering Salah Gunakan Wewenang