SHARE
Muhammad Syafii, menjadi perwakilan dari Partai Gerindra untuk menjadi anggota Pansus KPK.

Dukungan terhadap Panitia khusus hak angket kepada KPK kini muncul dari Partai Gerindra. Bahkan anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Muhammad Syafii mengatakan partainya pasti mengirimkan perwakilan untuk masuk dalam struktur pansus hak angket KPK karena patuh pada hukum sidang paripurna.

“Kami tegaskan kami tidak pernah melawan hukum. Keputusan paripurna adalah aturan hukum, dan apa yang sudah diputuskan secara hukum, Gerindra pasti mematuhinya, jangan takut,” ujar Syafii di gedung parlemen, Jakarta, Kamis (18/5).

Memang sebelumnya dalam ssidang paripurna tanggal 28 April 2017, Gerindra sempat walk out. Namun Syafii mengatakan sebelumnya Gerindra memang menginginkan langkah lain di luar hak angket dalam upaya memperkuat KPK. Namun karena pengajuan hak angket KPK sudah diputuskan dalam sidang paripurna maka Gerindra akan mematuhinya dan akan mengirimkan perwakilan untuk masuk dalam Pansus.

“Kebetulan salah satu yang diutus adalah saya sendiri,” ujar anggota Komisi III DPR RI itu. Syafii menyatakan pengajuan hak angket KPK bukanlah upaya ingin menghabisi KPK. Justru sebaliknya, Syafii memandang hal itu sebagai langkah DPR RI untuk memperkuat independensi KPK.

“Sekarang ini banyak yang menyimpang, penyadapan, OTT, ini ada apa. Kita takut ‘remote control’ KPK tidak lagi ada di tangan komisionernya. Maka kita harus masuk memperbaiki, ada apa, dan harus bagaimana, lalu penataannya seperti apa,” ungkap Syafii.

Baca Juga  KPK Ngawur Memaksakan Skenario dalam Kasus e-KTP