SHARE

JAKARTA — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mensupport gagasan AirNav Indonesia mengadakan festival Balon Udara Wonosobo. Ganjar terasa acara itu jadi langkah pas untuk mengajak warga menggerakkan kebiasaan dengan memerhatikan segi keselamatan penerbangan.

Dia meyakinkan balon udara akan tidak tidak dilarang namun kita kelola. ” Di buat ketentuannya yang sesuai sama keselamatan serta dilombakan, ” kata Ganjar dam pernyataan tertulis yang di terima Republika. co. id, Jumat (21/7).

Menurut dia memanglah banyak warga tidak tahu bahayanya, tetapi Ganjar menyebutkan sesudah sekian kali kunjungan dapat mulai ketahuinya. Namun karna ini kebiasaan, lanjut dia, jadi tidak dapat di hilangkan demikian saja tetapi diberi jalan keluar dengan bagaimaana langkahnya waktu berjalan dapat termonitor dengan baik.

Dia memberikan, waktu arus mudik lantas, pihaknya juga telah mendiskusikan acara itu dengan Menteri Perhubungan. ” Waktu itu kita saksikan kalau pendekatannya tidak dapat umum, karenanya keluar inspirasi kita lombakan saja. Karenanya memdengar gagasan AirNav ini, pas. Kami juga akan dukungan serta dapat jadi atraksi pariwisata yang menarik untuk tingkatkan perekonomian Wonosobo, ” tuturnya.

Disamping itu, Direktur Paling utama AirNav Indonesia Novie Riyanto mengemukakan pihaknya juga akan mencari jalan keluar supaya orang-orang bisa lakukan tradisinya tetapi tidak membahayakan keselamatan umum. Sebab, dari laporan yang di terima AirNav dari penerbang berkaitan balon udara, berlangsung penambahan penting th. ini dari th. terlebih dulu.

” Lebaran th. lantas kita terima 14 laporan dari penerbang yang lihat balon udara di ketinggian yang sama juga dengan pesawat, th. ini bertambah hingga 63 laporan, ” papar Novie.

Karenanya ia menyatakan juga akan menggandeng beragam pihak untuk penyelenggaraan festival itu. AirNav akan berdiskusi dengan komune balon udara untuk menjangkau perjanjian tentang semua detil spesifikasi balon yang penuhi standard keselamatan serta mekanisme penambatan balon.