SHARE

Gubernur Papua, Lukas Enembe diputuskan jadi tersangka oleh penyidik Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Kepala Sisi Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul menyebutkan, Lukas dipandang lakukan pelanggaran pemilu karna mengajak orang-orang pilih pasangan calon spesifik dalam Penentuan Bupati Tolikara.

” Dia mengajak untuk pilih pasangan spesifik. Itu dilarang, pasal 188 itu melarang, ” tutur Martinus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Martinus menyebutkan, momen berlangsung sekitaran Juni 2017. Waktu itu, dalam pidatonya, Lukas melemparkan pernyataan yang dipandang pemaksaan supaya pasangan nomor satu, yakni Usman Wanimbo, dimenangkan serta kembali dipilih jadi bupati.

Kemudian, ada pengaduan dari pasangan calon beda yang terasa dirugikan oleh pernyataan Lukas. Gakkumdu juga lakukan penyelidikan serta menyatukan info dan bukti sampai pada akhirnya mengambil keputusan Lukas jadi tersangka. Berkasnya lalu diserahkan ke kejaksaan.

” System peradilannya itu cepat, 14 hari, hingga telah ditetapkan di situ diputuskan tersangkanya, didalam sprindik itu 26 Juni, ” kata Martinus.

Kepala Bagian Humas Polda Papua Kombes Pol A. M Kamal menyebutkan, urutan terjadinya pidana pemilu itu berawal dari kunjungan Lukas serta rombongan ke Kabulaten Tolikara dalam rencana kunjungan kerja.

Rombongan juga bertandang ke Distrik Kageme dengan memakai pesawat dengan Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar. Sesudah Boy berikan arahan tentang keamanan fan ketertiban penentuan nada ulang, giliran Lukas yang berikan sambutan.

” Ada tiga pernyataan (yang dilaporkan). Itu telah jadi esensi pelanggaran yang didugakan pada beliau, ” kata Kamal.