SHARE

Jayapura – Penyidik Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) mengambil keputusan Gubernur Papua, Lukas Enembe jadi tersangka. Enembe diputuskan jadi tersangka dalam masalah Pilkada Tolikara.

Ketua Penyidik Gakkumdu Papua, Irjen Boy Rafli Amar yang sebagai Kapolda Papua menjelaskan berkas tindak pidana yang disangka melibatkan Gubernur Papua telah dilimpahkan ke kejaksaan setempat. Walau Enembe telah lakukan penyelesaian dengan kekeluargaan dengan pihak pengadu yaitu Amos Yikwa (calon bupati nomor urut 3), tetapi sistem hukumnya tetaplah jalan.

” Statusnya tersangka serta problem pencabutan surat pengaduan dibutuhkan perbincangan pada Gakkumdu, karna tidak cuma polisi yang berada di dalam Sentra Gakkumdu itu, ” terang Boy selesai Upacara HUT Bhayangkara ke-71 di Lapangan Brimob Papua, Kota Jayapura, Senin (10/7/2017).

Meskipun surat telah dicabut, tetapi sistem penyidikan menurut Boy tetaplah dilanjutkan. Sebab masalah bukanlah adalah delik aduan, tetapi tindak pidana pemilu.

Gubernur Papua Lukas Enembe dilaporkan oleh satu diantara calon Bupati Tolikara, Amos Yikwa, karna disangka lakukan pelanggaran pilkada. Terakhir, Amos Yikwa dengan Enembe lakukan perdamaian dengan di tandatangani surat pernyataan perdamaian tertanggal 19 Juni 2017.

” Amos itu keluarga serta telah dikerjakan dengan kekeluargaan, hingga beliau cabut laporan ini, ” kata Enembe dalam satu peluang.

Lukas juga mengatakan, Partai Demokrat jadi kendaraan Amos untuk maju dalam Pilkada Tolikara. Terlebih wakilnya, Robeka Enembe adalah keluarga dari dia sendiri.

Gubernur Papua Lukas Enembe dilaporkan oleh Gakkumdu ke Polda Papua karna sangkaan pelanggaran kampanye di hari tenang pada 14 Mei 2017 atau 3 hari mendekati pengambilan suara ulang (PSU). Dalam kampanyenya dihadapan orang-orang Tolikara, Lukas Enembe memohon orang-orang kembali pilih Usman Wanimbo jadi Bupati Tolikara dalam pilkada ulang di kabupaten itu.