SHARE

Karena menghamili siswinya, seseorang guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs N) di Bantul berinisial P (53) mendekam di tahanan Mapolres Bantul.

Aktor menghamili satu diantara siswinya A yang berumur 15 th., serta sekarang ini tengah hamil sekitaran 5 bln.. P terancam hukuman lebih dari 5 th..

Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi mengemukakan masalah ini berawal laporan keluarga pada 20 Juni 2017 kemarin. Korban di ketahui dihamili oleh guru tuntunan konseling di sekolahnya.

Aktor pada 7 Juli lantas pernah datang ke tempat tinggal korban untuk mohon maaf. Tetapi keluarga korban menampik keinginan maaf aktor. Oleh warga, P dibawa ke Polsek Imogiri serta diteruskan ke Polres Bantul.

” Penetapan tersangka tanggal 8 Juli lantas, ” tuturnya, Senin (10/7/2017).

Polisi lalu lakukan kontrol pada aktor. Tersangka di ketahui menggauli korban mulai sejak Desember 2016 sampai bln. Mei 2017 serta berulang sampai 10 kali.

Supaya korban menuruti tekad aktor, siswi kelas IX itu terkadang di beri uang pada Rp 100. 000 sampai Rp 500. 000.

” Korban diberi bila tersangka cocok miliki uang saja. Maksudnya supaya korban suka serta tidak katakan ke orang yang lain, ” katanya.

Kabut menerangkan, pada bln. Februari lantas, korban telah mengakui pada gurunya kalau dianya hamil. Tetapi, aktor masih tetap meniduri korban sampai Mei.

P juga memohon A mengemukakan narasi palsu kalau yang menghamili dianya yaitu seseorang rekannya dari Magelang.

Imam menjelaskan, penyidik pernah kesusahan peroleh beberapa alat bukti. Akan tetapi, dari kontrol pada A ataupun beberapa tanda bukti seperti hp, akhirya tersingkap kalau P yang menghamili korban.

Dalam hp itu, masih tetap tersimpan pembicaraan pada keduanya.

” P telah diputuskan jadi tersangka serta sekarang ini telah ditahan di Mapolres Bantul, ” kata Kabut.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo memberikan, jalinan intim ini berlangsung murni karna hasrat P. Momen dikerjakan dirumah aktor saat sepi.

” Jadi guru, P semestinya memberi teladan. Bukanlah jadi menggauli siswinya sampai hamil. Tersangka dijerat pasal 81 ayat 2 serta 3 perpu nomor 1 th. 2016 UU RI nomor 35 th. 2014, mengenai perubahan ke-2 atas UU RI nomor 23 th. 2002 mengenai perlindungan anak. Tersangka terancam hukuman minimum 5 th. serta maksimum 15 th. penjara, ” tutur Anggaito.

Pihak kepolisian juga akan meningkatkan masalah ini karna tersangka sempat jadi hanya satu guru BK serta semua pelajar sempat berkonsultasi dengan dia.