SHARE
Komisi Pemberantasan Korupsi bukan lembaga tanpa cela. KPK mungkin saja senantiasa mengindentifikasikan dirinya sebagai institusi superbodi. Akan tetapi, lembaga anti rasuah ini tidak juga bisa disebut sebagai tempat berhimpunnya orang-orang suci.
KPK bukannya luput dari kekeliruan, kesalahan, atau pelanggaran hukum baik yang disengaja atau tidak disengaja.
Orang-orang di KPK bukannya manusia yang dijauhi dari perbuatan tercela, atau bahkan orang yang benar-benar tidak punya kesalahan sama sekali. Manusia adalah tempatnya alpa dan dosa.
Oleh karena itu rasanya tidak perlu juga terkaget-kaget ketika mendengar betapa Ketua KPK, Agus Rahardjo, termasuk dalam jajaran orang yang bermasalah.
agus9
Agus Rahardjo disebutkan terkait dengan salah satu konsorsium pengadaan e-KTP. Sebelum menjadi ketua KPK Agus Rahardjo adalah Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).
Dalam dugaan kasus korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri Agus Rahardjo ditengarai punya kepentingan terhadap salah satu konsorsium pengadaan e-KTP.
Konsorsium yang dibawa oleh Agus Rahardjo justru digagalkan oleh Kemendagri dalam proses lelang pengadaan proyek tersebut.
Perihal adanya conflict of interest itu disampaikan juga oleh beberapa mantan pejabat di Kemendagri yang tahu benar proyek e-KTP.
Indilkasi adanya keterlibatan Agus Rahardjo dalam proses lelang pengadaan barang e-KTP Kemendagri ini sudah diketahui oleh Presiden Jokowi.
agus10
 
Presiden Jokowi mendapat cerita itu dari Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI.
 
Presiden Jokowi tidak banyak mengetahui hal-hal dibalik kasus yang dinilai orang sebagai ‘megakorupsi’ itu.
 
Banyak yang presiden belum tahu, belum mendapatkan laporan dari apa yang terjadi di balik kasus e-KTP Kemendagri tersebut, termasuk indikasi keterlibatan Ketua KPK Agus Rahardjo dalam proses lelang pengadaan alat e-KTP..
Baca Juga  Agus Martowardoyo Baru Bisa Beri Kesaksian Kasus E-KTP 30 Maret