SHARE

JAKARTA — Pagi hari ini, Senin (10/7), Bursa Efek Indonesia (BEI) digegerkan dengan terdapatnya gangguna pada system. Hal itu membuat Indeks Harga Saham Paduan (IHSG) stagnan pagi hari ini, Senin (10/7). Rupanya minggu lantas hal sama berlangsung di Malaysia.

Serangan siber mengganggu perdagangan saham on-line di sebagian broker lokal. Bahkan juga dalam satu pekan, serangan siber berlangsung 2 x yaitu pada Jumat (7/7) serta Rabu (5/7).

Ditulis dari Nikkei Asia, serentetan serangan ransomware profil tinggi pada Mei serta Juni sudah melumpuhkan beberapa ratus ribu computer di beberapa tempat dari mulai rumah sakit sampai utilitas di lebih dari 100 negara. Nampaknya ini adalah pemerasan on-line paling besar.

Pada Rabu (5/7) pagi, sebagian broker Malaysia jadi tujuan serangan terkoordinasi yang dibarengi oleh ada surat elektronik diisi keinginan pembayaran untuk hindari serangan selanjutnya. Surel itu juga memperingatkan bila tidak membayar, juga akan menyebabkan pada penambahan uang tebusan dan serangan terus-terusan bertaraf besar.

Serangan siber itu mengakibatkan sebagian masalah tetapi tidak pada perdagangan di Bursa Malaysia. Begitu halnya transaksi yang jalan normal pada 5 Juli itu.

” Bursa Malaysia mempunyai beberapa langkah untuk meyakinkan infrastruktur terproteksi dari serangan siber manapun, ” kata juru bicara Bursa Dampak Malaysia.

Bank serta pialang saham diluar Malaysia juga terserang serangan siber. Bank Sentral Ukraina menyebutkan kalau pada Juni beberapa bank di negaranya terserang serangan siber. Pada Februari, Bursa Dampak Taiwan memberikan laporan ada serangan pada system perdagangan on-line sebagian tempat tinggal sekuritas lokal.