SHARE

Sidang ke-8 kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri, Senin (10/4) lusa, akan menghadirkan tujuh saksi.

Seperti biasa, KPK memang baru membuka nama-nama saksi yang akan dimintai kesaksiannya di saat-saat terakhir. Namun demikian, dari bocoran yang diterima Nasionalisme.net, diantara tujuh saksi yang dipanggil ada dari unsur mantan pimpinan Kemendagri, serta Kementerian Keuangan dan Andi Narogong, yang menjadi bintang dari segala bintang kejahatan di kasus ini.

guong

Siapa dari unsur Kemendagri yang dipanggil, ada dua alternatif, selain mantan Sekjen Diah Anggraini, tentunya adalah Gamawan Fauzi, yang menjabat sebagai Mendagri antara 22 Oktober 2009 hingga 20 Oktober 2014.

Terkait rencana kesaksian Andi Narogong, sebelumnya sudah diisyaratkan oleh pimpinan KPK. Pelaksana proyek e-KTP ini akan dikonfrontir dengan dua terdakwa e-KTP sebelumnya, Irman dan Sugiharto.

Pemanggilan kembali Gamawan Fauzi, seandainya jadi, tak terlepas dari target untuk mendalami masalah pengadaan pada proyek ini.

Apalagi, dalam kapasitasnya sebagai Mendagri, Gamawan Fauzi adalah salah satu orang kepercayaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Nama SBY beberapa kali disebut dalam sidang ke-7, Kamis (6/4) lalu. Dari kesaksian mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, SBY secara khusus menaruh atensi dan memberikan arahannya pada proyek e-KTP ini.

anassby

Tentu ada korelasi antara perhatian SBY dengan kesigapan Gamawan Fauzi untuk memaksakan proyek e-KTP berjalan.

Gamawan Fauzi memang sudah memberikan kesaksiannya di persidangan kedua, 16 Maret, dan mati-matian membantah mengenal sesama koleganya di partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin

Dari keterangan Nazaruddin, Gamawan Fauzi disebut menerima dana dari proyek ini sebesar 4,5 juta dolar AS dan Rp 50 juta, kesemuanya diberikan oleh Andi Narogong.

Gamawan Fauzi merasa difitnah, ia lebih percaya peradikan akhirat. Ia sampai berani bersumpah, kalau memang menerima duit e-KTP, lebih baik dikutuk oleh rakyat.