SHARE

Koridor 13 Transjakarta Ciledug-Tendean yang gagasannya dioperasikan pada 17 Agustus 2017 kelak telah dirusak orang tidak bertanggungjawab. Ada grafiti di halte, pilar, sampai jembatan ruas ini.

Di Halte Adam Malik atau halte paling ujung di Ciledug, ada grafiti berwarna hitam di satu diantara bagian haltenya.

Di bagian beda, tampak sisa coretan yang dihapus. Demikian halnya di tangga Halte Swadarma. Pada bebrapa bagian luar tangga terlihat coretan dengan tulisan tidak terang.

Asisten Humas PT Transjakarta Wibowo menyangkan tingkah vandalisme ini. Halte transjakarta, terlebih dua yang ada dibawah, yaitu Halte Adam Malik serta Halte Tendean seringkali jadi tujuan kenakalan warga.

” Iya di Tendean juga, ” kata Wibowo saat dihubungi Kompas. com, Senin (10/7/2017). Meski sekian, Wibowo menyebutkan, sekarang ini tidak ada yang dapat dikerjakan pihaknya untuk hentikan tindakan vandalisme ini.

Sebab, kata dia, fasilitas serta prasarana di Koridor 13 masih tetap dikelola oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta serta belum juga diserahterimakan ke PT Transjakarta.

Bila nanti PT Transjakarta telah memegang hak pengelolaan, juga akan dipasang camera pengawas (CCTV) supaya tindakan begini dapat ditindak.

” Bila telah dikelola TJ kelak coretan dihapus oleh TJ serta dipasang CCTV hingga dapat dipantau, ” tutur Wibowo.

Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), kenakalan pada orang atau barang yang bisa menyebabkan bahaya, kerugian atau kesulitan, diancam dengan pidana denda paling banyak Rp 250. 000 seperti termaktub dalam Pasal 489.

Diluar itu, Joko Widodo waktu jadi Gubernur DKI Jakarta sempat keluarkan surat seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1 Th. 2013 mengenai larangan mencoret-coret, menulis, melukis, melekat iklan pada fasilitas umum. Seruan ini diterbitkan pada 18 April 2013.

Seruan ini adalah turunan dari Pasal 21 Perda Nomor 8 Th. 2007 mengenai Ketertiban Umum. Aktornya terancam kurungan 10-60 hari serta denda Rp 100. 000-Rp 20 juta.