SHARE

Pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo terkait rangkap jabatan Oesman Sapta Odang (OSO) terus menuai kecaman sekaligus protes.

Adalah sebuah keanehan jika  seorang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengomentari hal rangkap jabatan.

Apa pula relevansinya Ketua KPK mengomentari jabatan rangkap  OSO?

Agus Rahardjo sebelumnya mengkritisi tiga jabatan yang dipegang sekaligus oleh OSO, yakni Wakil Ketua MPR, Ketua Umum Partai Hanura, dan terakhir Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

usok
OSO. Bukan Urusan Agus Rahardjo

Ketua KPK secara khusus menyoroti jabatan OSO sebagai Ketua DPD. Dia bilang, mestinya DPD bersih dari unsur partai. Mengingat cita-cita dibentuknya DPD itu untuk mengakomodir perwakilan dari masing-masing daerah di Indonesia. Agus Rahardjo mengklaim,  rangkap jabatan yang dipegang OSO, menunjukan posisinya di DPD seperti berkelamin ganda atau banci.

Bayangkan bagaimana kesalnya OSO ketika mendengar pernyataan Agus Rahardjo tersebut. “Bilang sama dia, itu bukan urusan dia,” begitu dikatakan OSO menjawab pertanyaan wartawan.

Jangan ditanya bagaimana kemarahan para pimpinan Hanura. Apa yang dikemukakan Agus Rahardjo tidak ada kaitannya dengan kewenangannya sebagai pimpinan KPK. Ketua KPK bahkan dianggap sembrono dan menggunakan kata-kata tidak baik, menyebut seperti banci, sangat tidak pantas.

rusdi
Dadang Rusdiana, Wasekjen Hanura

Jajaran pimpinan Hanura jelas merasa tersinggung dengan pernyataan Agus Rahardjo ini. Mereka memprotes keras. Tidak ada satupun peraturan perundang-undangan yang dilanggar dengan rangkap jabatan OSO, baik sebagai Wakil Ketua MPR, Ketua Umum Partai Hanura, dan Ketua DPD.

Jadi apa urusannya Agus Rahardjo pakai menyebut seperti banci segala, demikian disesalkan Dadang Rusdiana, Wakil Sekjen Partai Hanura.

Untuk itu, Hanura mendesak Agus Rahardjo segera menyampaikan permintaan maaf, baik kepada OSO pribadi dan Hanura secara institusi.

Baca Juga  Hak Angket DPR Ganggu Kinerja KPK Usai Digugat ke MK