SHARE

Jakarta – Hary Tanoesoedibjo meniti jalur hukum melawan penetapan dianya jadi tersangka masalah sangkaan SMA ancaman ke jaksa Yulianto. Sidang praperadilan yang diserahkan Hary Tanoe di gelar hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

” Pak HT tidak ada dalam sidang praperadilan, ” kata pengacara Hary Tanoe, Adi Dharma Wicaksono waktu di konfirmasi, Senin (10/7/2017).

Sidang perdana praperadilan menurut Adi cuma diwakilkan tim pengacara. Tetapi Adi tidak mengatakan jam sidang praperadilan.

” Kami tim kuasa hukum juga akan terangkan saat telah ada keputusannya kelak, ” tutur Adi.

Hary Tanoe jadi tersangka karna SMS yang di kirim ke jaksa Yulianto didugakan memiliki kandungan unsur ancaman. Polisi menjerat Hary Tanoe dengan Pasal 29 UU Nomor 11/2008 mengenai ITE jo pasal 45B UU Nomor 19/2016 mengenai Perubahan UU ITE Nomor 11/2008. Ancaman pidana penjaranya 4 th..

Hary Tanoe mengatakan SMS yang dikirimnya itu tidak punya maksud meneror. Kalimat yang dibuatnya itu menurut dia adalah kalimat umum.

” Untuk masalah SMS, saya terangkan saya tidak sempat miliki maksud untuk meneror. Itu dengan terang serta tegas. Yang ke-2, saya juga tidak miliki kemampuan karna saya tidak memiliki kekuasaan dan tidak dalam kemampuan dapat ancam-mengancam, ” kata Hary selesai di check di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jumat (7/7).

Baca Juga  Hadapi Sidang Praperadilan Hary Tanoe Siapkan 88 Bukti