SHARE
Gamawan Fauzi, bolak-balik diperiksa KPK.

Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, memang luar biasa. Pria asal Sumatera Barat ini pecan ini membuat heboh public di Tanah Air. Bagaimana tidak? Gamawan yang merupakan otak kasus mega korupsi e-KTP ternyata mengajak keluarga dan krooni-kroninya dalam kasus ngentit uang negara.

Dalam dakwaan Jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta, pecan lalu, Gamawan dituding menerima uang yang sangat besar. Tercatat Gamawan tiga kali menerima uang.

Pertama, melalui Afdal Noverman, adik seayahnya, sebesar US$ 2 juta atau sekitar Rp 19,4 miliar pada Maret 2011. Tujuannya adalah Gamawan tidak membatalkan proyek e-KTP.  Ini sekaligus bukti besar jika krooni Gamawan ikut terjun langsung. Mungkin untuk mengamankan namanya yang sudah dianegerahi Bung Hatta Awards sebagai tokoh bersih anti korupsi. Namun fakta itu menyatakan lain.

Selanjutnya, pada Juni 2011, melalui Azmin Aulia, adik Gamawan yang lain, dia disebut menerima US$ 2,5 juta atau sekitar Rp 24,2 miliar. Tujuannya, Gamawan menetapkan konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) sebagai pemenang lelang.

Lagi-lagi keluarga ini membuat strategi patgulipat untuk mengelabui orang banyak. Namun strategi mereka itu sudah diketahui oleh orang-orang Cikes alias Partai Demokrat. Muhammad Nazaruddin, membongkarnya.

Afdal dan Azmin pun membantah tudingan menerima uang dan menyerahkannya ke Gamawan. Mereka mengatakan tak mengenal Andi maupun Nazaruddin. “Saya tidak pernah bertemu mereka,” ujar Afdal, yang mengaku pada Maret 2011 belum pindah ke Jakarta. Azmin pun menyatakan tak pernah berhubungan dengan Andi ataupun Nazaruddin.

Biarlah mereka menggonggong dan menolak tudingan itu. Publik akan menanti bagaimana proses pengadilan nanti akan berjalan. Tentunya, jawaban mereka akan dikonfrontiir dan Gamawan yang berbekal adik-adiknya yang bersedia mati untuk menyelamatkan namanya.