SHARE

Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengakui sudah mengemukakan masukan nelayan yang memakai cantrang. Akhirnya, Jokowi memohon supaya waktu pemakaian cantrang diperpanjang sampai Desember 2017.

” Masukan nelayan telah saya berikan ke Presiden, ” kata Teten di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Teten menyebutkan dianya sudah mengemukakan pada nelayan yang umum memakai cantrang kalau Presiden sudah terlibat perbincangan dengan Menteri Kelautan serta Perikanan Susi Pudjiastuti. Dalam pembicaraan itu, Jokowi memohon supaya pemakaian cantrang sesaat saat diijinkan sampai Desember 2017.

” Presiden minta pemakaian cantrang itu diperpanjang hingga akhir Desember karna memanglah nelayan, baik yang dibawah 10 GT nelayan kecil atau diatas 10 GT, belum juga siap, ” tuturnya.

Teten mengaku alat pengganti cantrang dalam menangkap ikan di laut memanglah belum juga banyak dipunyai beberapa nelayan. Terlebih untuk kapal berbobot diatas 10 GT, dimana nelayannya mesti membiayai sendiri alat tangkapnya.

” Memanglah yang dibawah 10 GT kan alat pengganti cantrang itu beberapa besar pertolongan dari pemerintah serta memanglah belum juga terealisasi semua. Nah, yang diatas 10 GT mereka memanglah mesti membiayai sendiri. Mereka alami kesusahan pendanaan, ” tuturnya.

” Barusan mereka menyampaikan agar dilihat kembali kebijakan itu. Kami juga akan tinjau kembali kebijakan itu untuk kita putuskan, ” katanya.

Disamping itu, Teten menerangkan, beberapa nelayan yang umum memakai cantrang memohon Jokowi mencabut Permen larangan cantrang yang di keluarkan oleh Susi.

Sebab, menurut mereka, cantrang itu tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan. Mereka dapat membuktikannya. ” Dengan ekonomi, larangan itu sangat memukul, ” tuturnya.

” Barusan yang saya berikan, yang dapat dikerjakan pemerintah ketika barusan sesuai sama arahan Presiden, pemakaian cantrang diperpanjang hingga Desember. Memanglah lalu mereka memprotes karna surat edaran Menteri KKP, yang diperpanjang itu yang nelayan dibawah 10 GT. Sesaat yang paling banyak memakai cantrang itu diatas 10 GT. Namun barusan Pak Presiden minta semuanya pemakaian cantrang itu diperpanjang hingga akhir th.. Karna memanglah kita ketahui beberapa nelayan ini masih tetap hadapi kesusahan pembiayaan untuk pengganti cantrang, ” papar Teten.

Baca Juga  Jokowi akan Hadiri Festival Tenun Ikat

Disebutkan Teten, yang dievaluasi dari kebijakan Susi itu ada tiga hal. Pertama, menyangkut pembiayaan.

” Ke-2, segi pengadaan cantrang atau alat pengganti cantrang. Dievaluasi apakah pada akhir th. itu telah dapat diaplikasikan atau belum juga, ” tuturnya.

” Presiden memerhatikan masukan nelayan karna kebijakan ini, ” tutur Teten.