SHARE

Panitia Spesial Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja cepat.

Beberapa pihak diundang untuk memberi pandangan. Dari mulai pakar hukum sampai unsur orang-orang.

Ke depan, tidak tutup peluang bekas pimpinan KPK juga ikut diundang ke rapat pansus.

” Mungkin. Mungkin saja kami akan panggil Pak Ruki, kami dapat panggil beberapa beberapa nama yang barusan, ” kata Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Agun memberikan, pihaknya juga akan bekerja cepat menguber periode waktu aktif pansus 60 hari supaya semuanya pihak dapat memberi pandangannya.

Pansus, kata dia, juga butuh mengklarifikasi temuan-temuan di lapangan.

” Beberapa hal dari temuan BPK, Sukamiskin ada beberapa data yang perlu di konfirmasi, ” ucap Anggota Komisi III DPR itu.

Disamping itu, pansus sudah menjadwalkan rapat dengan empat pakar hukum untuk memohon pandangan. Salah nya ialah Yusril Ihza Mahendra.

Tidak tutup peluang, jumlah pakar yang diundang juga akan jadi bertambah, baik dari pihak yang pro ataupun kontra pansus angket.

Begitu halnya nama Mahfud MD, bekas Ketua Mahkamah Konstitusi sekalian Ketua Umum Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (APTHN-HAN), yang menyebutkan kalau pembentukan pansus hak angket KPK cacat hukum.

Anggota Pansus Hak Angket KPK John Kennedy Azis menjelaskan, hal tersebut bergantung pada rapat pleno pansus.

” Mungkin (undang Mahfud). Tidak tutup peluang siapa saja kami mintakan penuturannya, ” ucap John Kennedy.