SHARE

JAKARTA — Penelitian yang dikerjakan Institute for Criminal Juicetice Reform (ICJR) tunjukkan jumlah ketersediaan Instansi Pembinaan Spesial Anak (LPKA) serta Instansi Peletakan Anak Sesaat (LPAS) yang jadikan jadi tempat menyimpan anak bertemu dengan hukum masih tetap minim.

Dalam info tertulisnya yang di terima di Jakarta, Sabtu (22/7), ICJR mengatakan LPKA jadi instansi atau tempat anak umur 12 hingga 18 th. melakukan waktu pidananya baru sejumlah 33 di semua Indonesia yang terbagi dalam tujuh LPKA Klas I serta 26 LPKA Klas II-B.

Dari 33 LPKA itu, 18 salah satunya adalah perubahan nomenklatur dari 18 Lapas Anak yang sudah ada, sesaat 15 LPKA untuk sesaat masih tetap diletakkan di lapas/rutan dewasa.

Sedang LPAS jadi tempat sesaat untuk anak sepanjang sistem peradilan berjalan atau pengganti tempat tinggal tahanan untuk anak, serta Instansi Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial jadi tempat untuk menitipkan anak yang di tangkap bila belumlah ada ruangan service spesial anak serta jadi tempat pembinaan anak dibawah 12 th. masih tetap belum juga tersedia banyak di semua Indonesia.

Penelitian ICJR juga mengatakan Ruangan Service Spesial Anak (RPKA) yang peranannya jadi tempat untuk menitipkan anak yang di tangkap kurun waktu 1×24 jam belum juga semuanya ada di Polsek.

Dalam UU System Peradilan Pidana Anak (SPPA) dijelaskan anak yang berusia 14 s/d 18 th. yang bertemu dengan hukum memandatkan penitipan anak di LPAS jadi pengganti Rutan. Apabila belumlah ada LPAS di lokasi yang berkaitan, jadi anak bisa dititipkan di LPKS membuat perlindungan keamanan anak.

” Problemnya yaitu, hingga sekarang ini LPAS serta LPKS belum juga tersedia banyak di semua Indonesia. Cuma banyak wilayah di tingkat propinsi saja yang mulai memliki LPAS, ” kata Direktur Eksekutif ICJR Supriyadi Widodo Eddyono.

Meski sekian, jumlah LPKS juga belum juga ada di tiap-tiap kabupaten yang menyebabkan aparat penegak hukum tidak mempunyai pilihan untuk meletakkan anak yang berkaitan dengan hukum.

Berdasar pada data dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum serta HAM per Juni 2017 terdaftar sejumlah 910 anak ada dalam tahanan. Jumlah itu bertambah dari Januari 2016 sejumlah 697 anak dalam tahanan, serta Januari 2015 sejumlah 854 anak.

Tetapi jumlah itu telah turun dibanding data th. 2012, 2013, serta 2014 yang berturut-turut sejumlah 2. 145, 2. 022, serta 1. 843 anak.