SHARE

JAKARTA — Indeks Harga Saham Paduan (IHSG) di buka stagnan pagi hari ini, Senin (10/7). Mulai sejak di buka oleh Direktur Paling utama PT Bank Jawa barat Banten (BJB) Ahmad Irfan pada jam 09. 00 sampai jam 09. 30 IHSG di papan perdagangan belum juga bergerak.

IHSG masih tetap ada di tempat penutupan Jumat, (7/7), yaitu 5, 814. 79. Menyikapi hal tersebut, Direktur Pengawasan serta Kepatuhan Bursa Dampak Indonesia (BEI) Hamdi Hassyarbani, menyebutkan, juga akan mengecek system IT BEI.

” Sebentar ya saya check dahulu, ” tutur Hamdi waktu di tanya wartawan di Kantor BEI, Jakarta, Senin, (10/7).

Pengamat memperkirakan IHSG juga akan melambat. ” Laju IHSG kembali melemah menghapus keinginan juga akan ada pembalikan arah menguat saat alami pelemahan dalam sekian hari terlebih dulu, ” tutur Analis Reza Priyambada.

Menurut dia, aktor pasar kembali memperlancar tindakan jualnya bersamaan imbas pelemahan laju bursa saham global terlebih dulu. Laju Rupiah juga, kata Reza, tetap dalam pelemahannya ikut menghimpit laju IHSG yang disertai dengan pelemahan laju bursa saham Asia dan kembali meningkatnya imbal hasil obligasi Asia.

Beberapa saham jadi tujuan tindakan jual diantaranya PT Gudang Garam (GGRM), United Tractors (UNTR), Unilever Indonesia (UNVR), Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), serta yang lain hingga makin menghimpit IHSG. Walau sebenarnya dimuka session pernah berlangsung penguatan tetapi, tidak kuasa menahan tindakan jual yang berlangsung.