SHARE
Agus Marto, masih berada di luar negeri.

KPK lagi-lagi menemui ke sulitan untuk menghadirkan saksi-saksi yang mereka butuhkan guna mengungkap kasus korupsi e-KTP. Salah satunya KPK belum berhasil menghadirkan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo  di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Agus diperlukan kesaksian guna mengungkap berbagai peran para terdakwa  dalam sidang dugaan korupsi pengadaan e-KTP seperti  Irman dan Sugiharto, Kamis (23/3) besok.

“Saya belum bisa memberikan penjelasan, sekarang posisi Pak Agus sedang di Swiss dan akan kembali nanti malam ke Indonesia,” ujar Direktur Departemen Komunikasi BI, Andiwiana saat dikonfirmasi, Selasa (21/3) kemarin.

Menurut Andi, Agus telah mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk menjadwalkan dirinya sebagai saksi di pengadilan pada 30 Maret 2017. “Sesuai keterangan yang kami sampaikan pada 16 Maret 2017, Pak Agus sudah memberikan permohonan penjadwalan ulang pada 30 Maret 2017,” ucap Andi.

Pada persidangan 16 Maret 2017 lalu, Agus berhalangan hadir sebagai saksi karena sedang memimpin Rapat Dewan Gubernur (RDG) dan malamnya pergi ke Jerman untuk mewakili Indonesia dalam rapat G20 ministry of Finance and Central Bank Governor pada 17 dan 19 Maret 2017.

“Menurut rencana dari Jerman beliau (Agus) akan melanjutkan tugas untuk rapat bersama Bank for Internasional Settlement di Swiss pada 20 dan 21 Maret 2017,” papar Andi.

Rencannya pada persidangan ketiga dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e KTP Gubernur Bank Indonesia ini, dalam kapasitasnya sebagai mantan Menteri Keuangan akan dihadirkan sebagai saksi. Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan dalam sidang itu pihaknya akan tetap menghadirkanAgus Martowardojo.

Ini lantaran pada sidang kedua kemarin, Agus Martowardojo tidak bisa hadir untuk diminta bersaksi di persidangan mega korupsi karena ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan.

Baca Juga  Ini Alasan Anas Tampil Hiprokrit dan Setnov Membumi

“Sidang Kamis besok, kami akan hadirkan 8 saksi termasuk satu saksi yang belum menyampaikan keterangan di persidangan sebelumnya. Jadi mungkin akan ada 8-9 saksi yang dihadirkan,” ujar Febri.

Febri melanjutkan sidang ketiga itu masih akan mendalami seputar proses penganggaran proyek. Febri juga berjanji kasus ini tidak berhenti pada dua terdakwa, melainkan akan ada tersangka lain.

“KPK komitmen tidak hanya berhenti pada dua orang, karena perbuatan melawan hukum disebutkan dilakukan bersama-sama dengan sejumlah pihak,” tambahnya.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Irene Putri sebelumnya mengatakan, pihaknya membutuhkan kesaksian Agus Martowardojo untuk mengkonfirmasi soal anggaran proyek e-KTP.

“Kaitannya dengan penganggaran yaitu PHLN jadi APBN murni, kemudian persoalan multiyears,” ujar Irene saat sidang pertama digelar.