SHARE
Markus Nari, mengaku tak tahu menahun soal kasus e-KTP.

Fakta-fakta di persidangan kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, pada Kamis (6/4/2017), membuat KPK bakal gundah. Beberapa dakwaan yang mereka ajukan besar kemungkinan telah meleset.

Beberapa saksi yang dihadirkan pada Kamis rata-rata menolak tudingan atau dakwaan dari KPK. Salah satu saksi, misalnya, Markus Nari, tidak paham apa yang didakwaan oleh KPK.

“Saya baru masuk Komisi II pada tahun 2012, nah ini kejadian pada 2011. Jadi bagaimana saya tahu. Soal bagai-abagi uang saya sama sekali tidak tahu,” ujar Markus Nari, anggotra DPR dari Fraksi Golkar.

Hal sama juga meluncur dari Ade Komarudin. Mantan anggota Komisi II DPR RI ini mengaku tidak pernah meminta apa pun dari Irman, terdakwa kasus e-KTP.

“Saya tidak pernah meminta uang kepada Irman apalagi bagi-bagi uang,” ujar Akom, sapaan akrab Ade Komarudin.

Lebih jauh, Akom juga tidak terlibat sama sekali dalam pembahasan kasus e-KTP. “Saya tidak pernah ikut pembahasan proyek e-KTP. Jadi saya tidak tahu soal itu,” kata Akom.

Yang lebih menarik, Anas Urbaningrum yang sering kali disebut-sebut terlibat kasus e-KTP juga membantahnya. Anas bahkan menyebutkan jika apa yang diunbgkapkan oleh mantan bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, dalam persidangan sebelumnya adalah fitnah.

“Saya akan paparkan, mana fitnah dan mana fitness,” kata Anas sebelum masuk ruang persidangan.

Baca Juga  KPK Sudah Miliki Dokumen Aliran Dana Suap Emirsyah Satar