SHARE
Setya Novanto, galang Partai Golkar untuk konsisten dukung Jokowi di Pilpres 2019.

Selama dua tahun lebih pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, banyak perubahan yang sudah terjadi di Indonesia. Hal ini juga didukung tingkat kepercayaan publik pada duet pasangan ini kini meningkat dan menjadi 61 persen.

Awalnya pada pilpres 2014, Jokowi-JK hanya mendapatkan suara sebanyak 70.633.594 (53,15 persen). Sedangkan Prabowo Subianto -Hatta Rajasa mendapatkan suara sebanyak 62.262.844 (46,85 persen). Namun setelah memimpin terdapat tren kepuasan atas Jokoi-JK yang meningkat tajam.

Survey tingkat kepercayaan tersebut sudah dilakukan oleh  Litbang harian Kompas pada Oktober 2016. Biasanya degradasi pada dua tahun masa kepemerintahan di Indonesia justru terjadi. Misalnya pada era Presiden Abdurrahaman Wahid atau Gus Dur, lalu pada era Presiden Megawati Soekarnoputri. Begitu pula pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, survey tingkat kepuasan masyarakat selama dua tahun pemerintahan mereka cenderung selalu turun.

Hal ini pula yang mendorong Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto untuk terus mengapresiasi kepemerintahan Jokowi-JK. Partai berlambang pohon beringin ini pun sekali lagi menegaskan sikapnya untuk terus mendukung Jokowi pada pilpres 2019 mendatang.

“Apakah Golkar konsisten calonkan Jokowi di 2019. Apakah konsisten, kita Partai Golkar harus selalu konsisten, karena kita akan diuji berbagai masalah,” ujar Novanto di Redtop Hotel, Jalan Pecenongan, Jakarta Pusat, Kamis (9/3/2017).

Keputusan Setnov dan Partrai Golkar menjagokan Jokowi sudah tercetus saat Rapimnas 2016. Kala itu Golkar juga sudah beranggapan jika pemerintahan Jokowi-JK sesuai dengan aspirasi rakyat. Jadi tak melulu hanya berdasarkan survey saja dukungan yang diberikan oleh Partai Golkar.

“Insya Allah 2019 Partai Golkar diharapkan bisa menang. Pada rapimnas lalu, kita rumuskan salah satu strategi hadapi pemilu serentak dengan calonkan Jokowi sebagai capres 2019. Pencalonan ini berdasarkan visi Jokowi-JK sesuai harapan rakyat,” ungkap Novanto.

Baca Juga  Margarito Kamis: Setya Novanto 100% Clear, tak Bermasalah Juga dengan Golkar

Selain itu Setya Novanto juga memuji berbagai program pemerintah Jokowi –JK dibindang keuangan dan pajak. Menurut Setnov, salah satu program yang berhasil dari Presiden Jokowi yaitu Tax Amnesty atau pengampunan pajak. Dalam kondisi perekonomian dunia yang melemah, Jokowi membuat program yang bisa menambah pemasukan uang negara.

“Ada hal neraca keuangan kita menurun, tax amnesty kita memberikan masukan bagi negara,” kata Novanto.

Selain itu, Ketua DPR ini menilai Presiden Jokowi telah berhasil di bidang pembangunan infrastruktur, maritim dan pertanian. Banyak proyek pembangunan yang mangkrak pada era pemerintah sebelumnya, berhasil diselesaikan oleh Jokowi.

Fakta itu, membuat Setnov pun meminta semua pihak ikut mengawasi kinerja Presiden Jokowi dan kabinetnya, sehingga pemerintah dapat bekerja sesuai dengan Nawacita. “Kita mengawasi bersama agar pemerintah bisa terus menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.