SHARE
Setya Novanto bersama para petinggi Partai Golkar.

Masuknya nama Setya Novanto, Ketua Umum Partai Golkar, ke dalam daftar cekal Dirjen Imigrasi memang di luar dugaan. Hal ini membuat partai berlambang pohon beringin itu bak tertimpa badai.

Sejumlah faksi di partai tersebut seperti ingin memanfaatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan. Namun sebagian besar anggota partai tetap loyal dan mengaku tak terpengaruh dengan keadaan tersebut.

Sekretaris Fraksi Golkar di DPR Agus Gumiwang tegas menyatakan kasus yang menimpa Setnov merupakan hak penuh Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia juga menilai pencegahan itu bukan berarti Novanto terbukti bersalah dalam kasus e-KTP.

Agus Gumiwang, tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Agus Gumiwang, tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Saya sudah mendengar dari beberapa media. Saya kira ini hal biasa dan prerogatif penyidik KPK. Pencegahan ini belum berarti Novanto dalam proses hukum nanti terbukti bersalah. Ada beberapa kasus seseorang dicekal namun dalam perjalanannya tidak terbukti bersalah,” ujar Agus.

Ia juga meminta publik untuk tidak langsung menghakimi pencekalan itu. Agus menegaskan Partai Golkar tetap solid meski diterpa isu  ini.

“Saya sebagai sekretaris fraksi untuk tidak cepat menghakimi. Kita kedepankan proses hukum dan berdasarkan asas praduga tak bersalah. Partai saya kira sistem berjalan dengan baik, isu ini tidak mengurangi soliditas partai yang akan berjuang di Pilkada tahun depan,” ucap Agus.

Kahar Muazakir, tetap dukung Setya Novanto.
Kahar Muazakir, tetap dukung Setya Novanto.

Ketua Fraksi Golkar di DPR Kahar Muzakir juga menyatakan jika partainya  sudah mengantisipasi peristiwa ini. Golkar akan mengambil langkah hukum jika putusan sudah inkrah.

“Kami antisipasi segala sesuatu dan memang, rakyat percaya terhadap Golkar. Sampai ada putusan inkrah kita ambil langkah-langkah. Golkar memang sering kena musibah, namanya juga parpol,” cetus Kahar.

Baca Juga  Gamawan Fauzi Tetap Salahkan Masyarakat