SHARE
Hasto Kristiyanto, kembali menyebut peranan Gamawan Fauzi dalam kasus e-KTP.

Nama Gamawan Fauzi kembali diseret oleh elite politisi ke dalam pusaran kasus mega korupsi e-KTP. Kali ini giliran Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto yang menyebut, mantan Mendagri. Hasto, pas Minggu (2/4/2017) di Jakarta  menyatakan jika Gamawan adalah sumber kekacauan dan korupsi yang merugikan negara hingga 2,3 triliun rupiah.

“Hubungan kami dengan Pak Gamawan (mantan Mendagri,-red) dulu tidak baik,” kata Hasto.

Hasto Kristiyanto rupanya perlu mengklarifikasi setelah beberapa nama kadernya dikaitkan dengan kasus koruposi e-KTP. Mulai dari Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng yang sudah hadir di persidangan dan membantah, hingga Yasonna Laoly dan Olly Dodonakmbe yang hingga kini masih misterius peranannya.

Hasto menjelaskan bahwa Gamawan Fauzi saat masih menjabat Menteri Dalam Negeri sempat menyeberang partai setelah mendapat dukungan dari PDI Perjuangan untuk menjadi menteri.

Bukan hanya itu, Hasto menekankan konsep e-KTP yang dimiliki oleh pemerintah saat itu, bukanlah yang diinginkan oleh PDIP. Terlebih, mereka berada di luar pemerintahan.

“Apa yang terjadi saat itu, kami sangat kritisi, karena jauh dari keinginan kami. Sehingga kami berada di oposisi dari pemerintahan,” ucap Hasto.

Bagi Hasto tidak masuk akal ketika ada kader dari partai berlambang banteng itu, terlibat dalam kasus korupsi E-KTP.  Hanya saja, banyak pula kesaksian yang menyatakan jika Yasonna Laoly dan Olly Dondokambe ikut menerima uang yang dimaksudkan sebagai sogokan agar e-KTP lancer.

Sayang saat dikonfirmasi perihal ini, Hasto mengelak dan tak mau menjawab lebih lanjut.

Baca Juga  Ini Kata Mendagri Usai PAN 'Membangkang' dari Pemerintah di UU Pemilu