SHARE
Irman, Dirjen Dukcapil Kemendagri, yang sosoknya kembali diingat Setya Novanto setelah kasus e-KTP merebak.

Sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR, nama Setya Novanto memang sangat tenar. Banyak sekali orang atau pihak-pihak tertentu yang ingin dekat dengannya karena posisi dan jabatannya itu.

Tak heran jika antrian tamu sering kali tampak di rumahnya di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mulai dari pagi, sebelum Setya Novanto melakukan aktivitas pekerjaannya, tamu sudah mulai berdatangan.

Selanjutnya, pada malam hari lebih banyak lagi tamu-tamu yang ingin bertemu Setya Novanto. Entah hanya untuk saling bertegur sapa karena merasa dirinya dekat atau memiliki kepentingan dan Hubungan bisnis lainnya. Maklum selain politisi dan pejabat, sebelumnya Setnov juga seorang pengusaha.

Tak heran, jiak Setnov pun terkadang lupa dengan siapa saja ia sudah bertemu, baik untuk sekedar ngobrol atau rapat-rapat lainnya. “Bapak itu tamunya banyak. Bahlkan tidak pernah sepi. Jadi kadang dia lupa dengan siapa saja dia buat janji,” ujar Epen, salah satu staf rumah tangga Setnov.

Saking banyaknya tamu, Epeb sekali pun terkadang lupa, nama dan wajah mereka. Padahal Epen juga selalu mencatat kehadiran para tamu serta apa kepentingannya.

Jadi tak heran jika Setnov yang sebelumnya mengaku tak kenal Irman, mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, lalu mengubah BAP dan menyebutnya kenal. Nama Irman sendiri langsung tenar begitu ia dijadikan tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Jangankan Setnov, seorang politisi, pekerja kasar atau tukang parkir yang akhir-akhir menonton televisi pasti akan langsung akrab dengan Irman sang terdakwa, karena berbagai pemberitaan di semua media massa.

Setnov yang kini mengaku kenal dengan terdakwa kasus korupsi e-KTP Irman, tentu hal biasa. Lain halnya jika kasus ini belum meledak, Setnov atau masyarakat lain belum tentu mengenal sosok Irman.

Baca Juga  Agus Martowardojo, di Pusaran Kasus Hambalang dan E-KTP

Setnov juga bisa kembali mengingat Irman setelah membaca pemberitaan media massa yang menunjukkan fotonya dengan Irman. Saat itu, Irman masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi.

“Baru saya ingat, saya ke Jambi bersama-sama pejabat yang lain dan menteri masalah pembakaran hutan. Sangat mendadak kami ke sana, ternyata dua itu adalah Plt Gubernur,” ujar Setnov.

Persoalan seperti ini, tidak seharusnya dibesar-besarkan. Ingatan atau memori seorang politisi yang super sibuk seperti Setya Novanto, tentu ada batasnya.