SHARE

Mahkamah Konstitusi (MK) seperti 2 x ” tersambar petir di siang bolong ” dalam satu tahun lebih paling akhir. Ini dikarenakan dua hakimnya, Akil Mochtar serta Patrialis Akbar, terlilit perkara korupsi.

Tidak ingin mengulangi kekeliruan, beberapa hakim MK saat ini mulai mengaplikasikan system komunikasi yang baru diantara mereka.

” Jadi waktu rapat permusyawaratan hakim, semasing hakim mengemukakan input, kritik, anjuran buat kami semuanya, ” tutur Ketua MK Arief Hidayat dalam acara halalbihalal di Gedung MK, Kamis (20/7/2017).

” Telah dibuat perjanjian dengan kalau kami mesti sama-sama menyapa, bukan sekedar ketua. Seandainya telah janjian ya, bila ditegur janganlah sakit hati, ” kata dia.

Arief menyatakan, MK tidak ingin terulang sekali lagi momen sama Akil Mochtar serta Patrialis Akbar. Komunikasi antarhakim, lanjut Arief, penting juga supaya meminimalisasi penyimpangan.

” Dalam masalah Pak Patrialis itu, kami memanglah terasa, ‘Ini kok Pak Patrialis agak aneh’. Namun sayangnya kami cuma taruh dalam hati. Maka dari itu, saat ini kami setuju untuk sama-sama menyapa, ” tutur Arief.