SHARE

Ada delapan saksi yang akan dihadirkan untuk memberikan keterangan dalam lanjutan sidang kasu dugaan korupsi proyek e-KTP Kemendagri, Senin (10/4) ini.

Ke-8 saksi di sidang ke-8 ini terdiri dari sejumlah pejabat pemerintah dan pihak swasta yang pernah terkait dalam proses pengadaan.

Yang ingin dikorek KPK dari ke-8 saksi ini adalah tentang dugaan kecurangan dalam pengadaan proyek Kemendagri senilai Rp 5,9 triliun itu.

KPK tampaknya tengah mengejar pembuktian adanya proses pengadaan (e-KTP) yang diduga dilakukan secara menyimpang.

duitektp

Ke-8 saksi yang dihadirkan, adalah 1. Sambas Maulana, Direktur Keuangan Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, 2. Wirawan Tanzil, Presiden Direktur PT Avidisc Crestec Interindo, 3.Meidy Layooari, Asisten Chief Engineer Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), 4. Setya Budi Arijanta, Direktur Penanganan Permasalahan Hukum Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP), 5. FX.Garmaya Sabarling, mantan Direktur Jendral Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, 6. Berman Jandry S.Hutasoit, Business Development Manager PT Hewlett Packard Indonesia, 7. Dedi Priyono, wiraswasta home industry jasa electroplating, 8. Kristian Ibrahim Moekmin, Pegawai Negeri Sipil pada Pusat Komunikasi Kementrian Luar Negeri.

KPK dalam persidangan sebelumnya lebih banyak mendalami tentang proses penganggaran yang dibahas antara Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Dedi Priyono, saksi nomor urut tujuh, adalah saudara kandung dari Andi Narogong. Dia termasuk dari 29 saksi yang dimintai keterangannya oleh penyidik KPK untuk terdakwa Andi Narogong. Kini Dedi dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto.

Baca Juga  Eks Dirjen Kemendagri Tolak Bayar Uang Pengganti Usai Terima Duit e-KTP