SHARE

Inilah salah satu contoh kejanggalan dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Kemendagri. Pada sidang pertama, Kamis (9/3) pekan lalu, dalam dakwaan tim jaksa penuntut umum KPK kepada dua terdakwa kasus itu, yakni Irman dan Sugiharto, dipaparkan mengenai peristiwa bagi-bagi uang dari Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Bagi-bagi uang disebut dilakukan di ruang kerja anggota komisi II DPR, Mustokoweni, di Gedung DPR RI, bulan September-Oktober 2011 tuang juga Mustokoweni turut menerima uang sebesar 400 ribu dollar Amerika Serikat (AS).

mustokoweni

 

Padahal, politikus Partai Golkar itu meninggal dunia, Jumat (18/6), tiga bulan sebelum peristiwa itu seperti disebut Jaksa KPK.

Nah lho!

Koq bisa?

Dikonfirmasi soal kejanggalan tersebut, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah belum mau banyak komentar. “Dakwaan sudah dipaparkan‎ di muka persidangan, akan dibuktikan di persidangan juga,” ungkap Febri, Selasa (14/3).  Dikonfirmasi apa ada kekeliruan dari penyidik dalam mengurai waktu-waktu peristiwa terjadi, Febri membantahnya.

mustoko1

Febri tetap menyakini jaksa telah merumuskan hal itu dengan bukti-bukti yang dimiliki. Sehingga, lebih lanjut akan diuji di tahap pembuktian. “Nanti bisa dikonfirmasi kepada saksi-saksi yang akan dihadirkan untuk membuktikan‎ dakwaan,” katanya.

Tentu, kata dia, nantinya jaksa dan hakim bisa melihat mana yang terkonfirmasi dan mana yang tidak. “Tetapi KPK yakin jaksa penuntut umum dapat membuktikan dakwaan kepada para terdakwa,” ucap Febri.

Baca Juga  Gamawan Fauzi Bohong, Honor Pembicara Cuma 1,5 Juta, Bukan 5 Juta/Jam