SHARE
Miryam S. Haryani, bakal menang di sidang praperadilan.

KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), lagi-lagi berbuat ceroboh. Khususnya dalam menetapkan Miryam S. Haryani sebagai tersangka dalam kasus pemberian keterangan palsu.

Tim kuasa hukum Miryam pun kini mengajukan beberapa bukti dan fakta  yang mendukung keterangan mereka. Ketua kuasa hukum Miryam, Aga Khan, menjelaskan, berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi pada 28 April 2015 mengenai penambahan penetapan tersangka sebagai objek praperadilan dibutuhkan minimal dua alat bukti untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka. Hal itu termuat dalam Pasal 184 KUHAP.

Aga memaparkan, Miryam ditetapkan sebagai tersangka usai memberikan keterangan pada sidang kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) dengan terdakwa Irman dan Sugiharto pada 23 Maret 2017 di pengadilan Tipikor Jakarta. Pada 30 Maret 2017, penyidik KPK Novel Baswedan dihadirkan di persidangan untuk memberikan keterangan.

Dari kronologis itu, menurut Aga, seharusnya yang menjadi alat bukti dalam perkara dugaan pemberian keterangan langsung Miryam ada dua. Pertama, keterangan dari saksi Elza Syarief dan bukti surat putusan perkara tindak pidana korupsi atas nama terdakwa Irman dan Sugiharto yang memuat keterangan Miryam dan Novel di depan persidangan.

Namun hingga kini, kasus tersebut belum diputuskan. Jaksa Penuntut Umum, sempat meminta agar Miryam dikenai tuduhan memberikan keterangan palsu dalam sidang tersebut. Namun Hakim di pengadilan itu, tidak mau membuat keputusan jika Miryam telah memberikan keterangan palsu.

Selanjutnya pada 5 April 2017, KPK memanggil Elza Syarief untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Setelah itu, KPK menetapkan Miryam sebagai tersangka.

“Tapi hingga saat ini bukti surat berupa putusan perkara tindak pidana korupsi atas nama terdakwa Irman dan Sugiharto belum dikeluarkan,” kata Aga dalam persidangan praperadilan Miryam di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin 15 Mei 2017.

Baca Juga  Tersangka Baru Skandal SKL BLBI Belum Juga Diumumkan, Jokowi Minta Bersabar
Elza Syarief, satu-satunya saksi yang dimiliki oleh KPK.
Elza Syarief, satu-satunya saksi yang dimiliki oleh KPK.

Surat putusan untuk Irman dan Sugiharto belum keluar lantaran sidang masih dalam tahap pemeriksaan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dengan begitu, bukti yang sah hanya keterangan saksi Elza Syarief.

“Maka telah terbukti tindakan KPK yang menetapkan Ibu Miryam sebagai tersangka dalam dugaan memberikan keterangan palsu sebagaimana diatur Pasal 22 juncto Pasal 35 Undang-Undang Pemberantasan Tipikor adalah tindakan yang bertentangan dengan undang-undang dan ketentuan hukum acara yang berlaku,” ucap Aga.

Kesaksian Elza Syarief sendiri tidak bisa menjadi sebuah keterangan atau bukti jika Miryam telah melakukan atau memberikan keterangan palsu. Fakta yang sebenarnya tentang palsu atau tidak, selain dari putusan hakim, tentu hanya dimiliki oleh Miryam sendiri. Bukan oleh orang lain.