SHARE
Febri Diansyah, menolak jika kinerja KPK diawasi DPR.

Gertakan kembali muncul dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komite antirasuah ini kembali  menyatakan sudah memiliki bukti-bukti siapa saja penyandang dana suap dalam proses penganggaran proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Hanya sayang, dalam dua sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, pekan lalui, beberapa nama yang disebutkan jaksa dalam dakwaan sudah berkelit. Bahkan mereka tetap konsisten sejak menjalani pemeriksaan penyidik KPK.

“KPK sudah memiliki informasi dan petunjuk itu, sehingga kami bisa menyusun dakwaan ke Irman dan Sugiharto,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa 21 Maret 2017.

Sayang, lagi-lagi Febri tak bisa mempublikasikan data yang sudah dikantungi oleh KPK saat ini. Padahal kasus ini sudah masuk persidangan, yang akan dibuktikan kepada saksi dan terdakwa yang dihadirkan jaksa penuntut umum KPK.

“Intinya, kami memiliki data soal penyandang dana tersebut, sampai dibagi-bagikan ke sejumlah pihak seperti dakwaan yang telah dipaparkan tim jaksa KPK,” kata Febri.

Dalam kasus ini, Irman dan Sugiharto didakwa perkaya diri sendiri atau orang lain, atau korporasi yang menyebabkan negara mengalami kerugian hingga Rp 2,3 triliun terkait proyek e-KTP tahun 2011-2013.

Kedua terdakwa disebut jaksa melakukan bersama-sama dengan (mantan) Sekjen Kemendagri Diah Anggraini, pengusaha Andi Narogong, dan mantan Ketua Fraksi Partai Golkar yang kini menjadi Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Baca Juga  Fahri Hamzah Sebut Upaya KPK Serang Dirinya dan Amein Rais