SHARE

Jakarta Mengacu pada data Tempat tinggal. com Properti Index paling baru sepanjang kuartal II (Q2) 2017, gerakan harga tempat tinggal tapak untuk rentang Rp1 miliar-Rp2 miliar di Tangerang Selatan alami penurunan dibanding Q1 2017.

Walau penurunan tidak terlalu penting, cuma sebesar 1%, walau demikian median harga tempat tinggal di lokasi itu sesungguhnya kurang mumpuni mulai sejak Q2 2016. Catatannya seperti berikut.

Median harga tempat tinggal tapak di Tangerang Selatan untuk rentang Rp1 miliar – Rp2 miliar
Q1 2016

Q2 2016

Q3 2016

Q4 2016

Q1 2017

Q2 2017

Harga Median (juta/meter persegi)

13,24

13,39

13,57

13,84

13,89

13,75

Kenaikan/Penurunan

1,19%

1,33%

1,97%

0,36%

-1,00%

Penurunan ini, menurut Country Manager Tempat tinggal. com, Wasudewan, dikarenakan karena penjualan sekalian ketertarikan orang-orang untuk beli atau berinvestasi tempat tinggal seharga Rp1 miliar-Rp2 miliar tengah ada di titik jemu.

“Banyaknya perumahan atau klaster baru kelas menengah-bawah di sekitaran Tangsel yang tawarkan harga kurang dari Rp1 miliar, membuat customer lebih tertarik dengan tempat tinggal type ini. Di samping pertimbangan yang lain yaitu customer tetaplah miliki akses gampang dalam memakai sarana lokasi tempat tinggal terpadu seperti BSD serta Alam Sutera, ” tuturnya.

Benar saja, berdasar pada data Tempat tinggal. com Properti Index median harga untuk tempat tinggal tapak di Tangsel rentang Rp350 juta-Rp1 miliar memanglah alami penambahan. Pada Q1 2017 harga masih tetap di bandrol Rp9, 17 juta per mtr. persegi serta naik jadi Rp9, 31 juta atau 1, 60% di Q2 2017.

“Perkembangan tempat tinggal dengan harga dibawah Rp1 miliar termasuk cukuplah gesit. Satu diantara klaster di lokasi Buaran, Serpong, alami penambahan rata-rata 12% setiap th.. Sedang dari tanah, penambahan harga tanah per mtr. persegi di lokasi itu menjangkau pada Rp500 ribu-Rp1 juta per th., bergantung tempat, ” Wasudewan memberikan.

Penambahan harga rata-rata di lokasi yang telah lebih dahulu berkembang, seperti BSD ataupun Alam Sutera, di banding angka kenaikan harga tanah di lokasi non lokasi terpadu memanglah relatif kecil.

Berdasar pada catatan Review Property pada th. lantas, harga tempat di lokasi Alam Sutera terpantau telah tinggi menjangkau kisaran Rp19 juta-an per mtr. persegi. Sesaat harga tanah di lokasi terpadu BSD sedikit lebih rendah yaitu Rp17 juta per mtr. persegi.

Walau sekian, penambahan untuk non lokasi terpadu diprediksikan selalu berjalan, terlebih dengan semakin diperbaikinya infrastruktur lokasi ini.

“Salah satu project infrastruktur yang akan digemari warga Tangsel adalah tol JORR 2 dengan ruas Kuciran – Serpong selama 11, 19 km, Serpong-Cinere 10, 14 km, serta Serpong – Balaraja 30 km. Hadirnya tol baru ini, terkecuali bisa menaikkan akses jalan menuju Tangsel serta bebrapa lokasi satelit yang lain, juga telah pastinya akan tingkatkan nilai investasi di lokasi itu, ” tuturnya.