SHARE

Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri, Kamis (20/4), menghadirkan kesaksian dari enam orang yang terkait tehnis pengadaan barang.

Mereka adalah Noerman Taufik, Drajat Wisnu Setyawan, Yuniarto, Adres Ginting, Johanes Richard Tanjaya dan Jimmy Iskandar Tedjasusila.

Noerman Taufik adalah saksi dari konsorsium PT Telkom, Drajat Wisnu Setyawan ketua panitia pengadaan barang dan jasa, Yuniarto direktur produksi PNRI, Adres Ginting ketua manajemen bersama konsorsium PNRI, Johannes Richard Tanjaya direktur PT Java Trade Utama, dan Jimmy Iskandar Tedjasusila anggota tim dari PT Java Trade Utama.

Dari nama-nama di atas itu Drajat Wisnu Setyawan yang memiliki peran yang cukup penting dalam proyek e-KTP ini. Drajat merupakan ketua panitia pengadaan barang dan jasa saat proyek itu bergulir.

drajat1
Drajat Wisnu Setyawan

Drajat disebut pernah melakukan pertemuan dengan Sugiharto, Andi Narogong dan Nazaruddin, sekitar Desember 2010. Pada saat itu, Drajat selaku orang yang akan ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pengadaan barang/jasa di lingkungan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri tahun 2011.

Pada pertemuan itu, Drajat menerima uang 75 ribu dolar AS dari Andi. Drajat kemudian diangkat sebagai Ketua Panitia oleh Irman, Dirjen Dukcapil Kemendagri, pada 10 Februari 2011. Pemberian uang kembali dilakukan Andi Narogong kepada Drajat sebesar 40 ribu dolar AS sebelum panitia mengumumkan mengenai lelang.

iirin
Irman dan Sugiharto

Irman dan Sugiharto juga pernah memerintahkan Drajat untuk mengamankan tiga konsorsium yang sudah disiapkan sebelumnya agar lolos tahap verifikasi. Bahkan, Drajat dan anak buahnya membantu Andi Narogong untuk menyusun dokumen lelang.

Ia pun mendapat uang dari Andi Narogong sebagai kompensasinya. Pada prosesnya, konsorsium PNRI yang belum lengkap persyaratan untuk ikut tender tetap diloloskan tahap administrasi oleh Drajat berdasarkan perintah dari Irman dan Sugiharto. Hingga pada akhirnya konsorsium PNRI ditetapkan sebagai pemenang lelang.

Baca Juga  Menyerahlah Miryam S Haryani

Total uang yang diterima oleh Drajat yang disebutkan dalam surat dakwaan adalah sebesar Rp 25 juta dan 615 ribu dolar AS.