SHARE

Balikpapan – JSC Russian Railways mempersiapkan investasi sampai US $ 3, 7 miliar atau Rp 48 triliun dalam project pembangunan rel kereta api batu bara di Kalimantan. Project rel kereta api pertama selama 570 km. menghubungkan Tabang Kutai Kartanegara – Maloy Kutai Timur – Buluminung Penajam Paser Utara – Kutai Barat di Kalimantan Timur.

“Total pembangunan rel kereta api ini diprediksikan menelan investasi sampai US$ 3, 7 miliar, ” kata Deputy CEO Kereta Api Borneo, Vladimir Volkov di Balikpapan, seperti ditulis, Rabu (12/7/2017).

Volkov menyebutkan, project rel kereta api ini juga akan dibagi dalam dua step pelaksanaan. Step awal, investor Rusia juga akan membuat rel kereta api selama 253 km. menghubungkan Buluminung – konsesi Banpu – konsesi GBU serta Essar sejumlah US $ 2, 2 miliar.

Setelah itu, pembangunan rel kereta masuk step ke-2 selama 195 km. menghubungkan konsesi Bayan Resources di Tabang sampai terminal batu bara di Kutai Timur sejumlah US $ 1, 5 miliar.

Rel kereta api ini nanti diproyeksikan jadi fasilitas transportasi batu bara menuju terminal batu bara di Kutai Timur. Berkenaan itu, jalurnya memanglah sesuai dengan lokasi-lokasi konsesi pertambangan batu bara di Penajam, Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Barat serta Kutai Timur.

Volkov mengatakan, timnya telah mulai lakukan survey tehnis geofisika serta metocean di ruang yang juga akan dilintasi rel kereta api mulai sejak akhir 2016 kemarin. Pembangunan rel kereta api Borneo telah ditargetkan terealisasi waktu masuk th. 2022 yang akan datang.

“Tim tehnis kami telah lakukan survey tanah termasuk juga salah satunya menyiapkan masuknya alat berat di ruang pembangunan, ” tuturnya.

Waktu berbarengan, Volkov juga menggandeng Pemprov Kalimantan timur manfaat memperlancar pembebasan tempat yang terlintas jalur rel kereta api Borneo. Mereka mengharapkan peroleh support mengingat rel kereta api ini juga akan tingkatkan perkembangan perekonomian orang-orang setempat.

“Kami juga mensosialisasikan masalah manfaatnya yang juga akan menyerap tenaga kerja lokal serta pemakaian sub kontraktor lokal, ” tuturnya.

Gubernur Kalimantan timur, Awang Faroek Ishak menyebutkan, pihak hanya menolong kelancaran project rel kereta api batu bara ini. Satu diantaranya dalam sistem negosiasi pembebasan tempat di banyak daerah yang terlintasi project rel kereta api batu bara ini.

Sampai sekarang ini, Awang mengatakan, Kabupaten Penajam Paser Utara telah mempersiapkan 140 hektare tempat yang ditujukan pembangunan rel kereta api. Dia masih tetap menanti kesiapan daerah daerah beda manfaat dalam membebaskan jalur perlintasan kereta api selama 448 km. ini.

“Saya masih tetap menanti kabupaten beda untuk menolong pembebasan lahannya, ” katanya.

Awang menyakini efek positif kehadiran rel kereta api batu bara dalam mendongkrak perekonomian daerah. Propinsi Kalimantan Tengah serta Selatan jelas terangan menyebutkan ketertarikannya supaya rel kereta api ini membuat jalur di wilayahnya.
“Nanti saya juga akan bantu pertemukan dengan gubernur Kalimantan tengah serta Kalsel. Mereka berdua telah tertarik menginginkan gabung juga, ” tuturnya.