SHARE

Inilah ironi kehidupan. Kakak-beradik bergantian menjalani kehidupan di penjara.

Sang kakak, Andi Alfian Mallarangeng, Jumat (21/4) baru saja menghirup udara segar setelah hampir empat tahun menghuni sel di LP Sukamiskin, Bandung.

Politisi Partai Demokrat, mantan jubir Presiden SBY dan juga mantan Menpora itu ditahan sejak 17 Oktober 2013.

Andi Alfian Mallarangeng menjadi salah satu terdakwa dari kasus Hambalang.

bebas

Ia memang tidak melakukan korupsi, namun tetap dipersalahkan karena melakukan pembiaran atas korupsi yang dilakukan adiknya, yakni Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel.

Choel sendiri sudah dijadikan tersangka di kasus ini sejak 16 Desember 2015, namun baru 6 Februari 2017 ia resmi di rumah tahanan KPK cabang Pomdam Jaya, Guntur.

Kasus Hambalang sudah menelan banyak korban.

Jumlah korban mungkin akan bertambah lagi dari hasil persidangan atas Choel Mallarangeng.

choel

Setelah menunggu sekian lama, Choel akhirnya menjalani sidang pertamanya di PN Tipikor Jakarta pada 11 April 2017 lalu.

Dari pengembangan persidangan perdana Choel itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengayh mendalami dugaan aliran uang korupsi proyek Hambalang kepada Olly Dondokambey, politisi PDI-P yang sudah menjadi gubernur Sulut.

Sehubungan dengan dugaan keterlibatan Olly Dondokambey di kasus Hambalang ini penyidik KPK beberapa waktu lalu telah memeriksa dan menyita furnitur mewah dari rumah Olly, yang terlibat di kasus ini dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Badan Anggaran DPR.

olem

Sama seperti perkara lainnya, ada sejumlah nama yang jadi concern tim KPK untuk didalami lebih lanjut keterlibatannya di kasus Hambalang.

Nama Olly sudah sejak lama di sebut-sebut sebagai salah satu aktor di kasus Hambalang.

Choel Mallarangeng menyebut, ada oknum yang sekarang menjabat gubernur turut menerima uang korupsi Hambalang.

Baca Juga  Banyak yang Jadi Beking Olly Dondokambey, Termasuk Pramono Anung

Nama Olly sudah masuk pertimbangan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta untuk dimintai keterangannya.

Dalam pertimbangan putusan dan barang bukti yang tercantum, diketahui ada pembelian dan pemberian furniture senilai sekitar Rp 2,5 miliar dari PT Adhi Karya untuk Olly.

Mebel itu selanjutnya disita KPK September 2013 dari rumah Olly Dondokambey di Jalan Reko bawah, Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.