SHARE
Jimmy Iskandar Tedjasusila, dilaporkan karena telah memfitnah.

Berbagai upaya pembunuhan karakter dan fitnah terus dilakukan pihak-pihak tertentu dalam persidangan kasus e-KTP. Salah satunya terjadi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Hal tersebut benar-benar dirasakan oleh Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. Keponakan Setya Novanto, yang namanya dibawa-bawa dalam kasus ini, terus mendapatkan fitnah yang keji dan terstruktur. Bahkan KPK yang bekepentingan dalam sidang ini seakan mengamini fitnah tersebut.

Perlakuan yang tidak wajar dan fitnah tersebut membuat Irvan hilang kesabaran. Terutama dengan adanya kesaksian dari Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby yang telak-telak memfitnah Irvan. Untuk itu, ia pun merasa perlu untuk melaporkan saksi sidang korupsi e-KTP, Bobby, ke Bareskrim Polri. Bobby dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.

Laporan tersebut kini tengah di dalami dan dipelajari oleh Braeskrim Mabes Polri. “Nantinya akan ditentukan apakah laporan itu bisa naik ke tahap penyelidikan atau tidak,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul kepada detikcom di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Laporan Irvanto diterima Bareskrim dengan nomor TBL/382/IV/2017/Bareskrim. Dia melaporkan Bobby ke Bareskrim pada Kamis (20/4) atas tuduhan pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam pasal 310 KUHP dan 311 KUHP.

“Prinsipnya begini, Polri tidak boleh menolak laporan dari masyarakat meski itu di dalam proses pengadilan,” ujarnya.

Bobby dalam sidang e-KTP itu, dapat dikategorikan menfitnah Irvan. Bobby secara sengaja menyebut Irvan pernah berbicara soal jatah untuk Senayan terkait proyek pengadaan e-KTP. Irvan yang juga Direktur PT Mukarabi Sejahtera itu menyebut angka 7 persen untuk Senayan.

“Saya ngobrol-ngobrol santai dengan Irvan di ruangannya. Dia sempat bicara biayanya (e-KTP) gede banget. Saya tanya, berapa? Besar toh? Dia jawab 7 persen. Dia bilang buat Senayan,” ujar Bobby di persidangan.

Baca Juga  Musa Zainuddin: Mengada-ada, Usai Didakwa Terima Suap Rp 7 Miliar
Sidang kasus e-KTP, penuh fitnah karena kurangnya bukti dari KPK.
Sidang kasus e-KTP, penuh fitnah karena kurangnya bukti dari KPK.

Bobby merupakan anggota tim Fatmawati dari PT Java Trade Utama. Tim Fatmawati yang dibentuk Andi Agustinus alias Andi Narogong bertujuan untuk memuluskan proses lelang dan pelaksanaan pengadaan e-KTP demi kemenangan konsorsium PNRI.

“Tapi saya sendiri tak tahu Senayan siapa. Tapi itu ngobrol-ngobrol santai saja sambil nunggu dokumen selesai,” sambung Bobby.

Hanya dalam perjalanan selanjutnya, nama Senayan itu seperti sepakat diarahkan pada figure Setya Novanto. Padahal tak ada kata-kata tentang Setya Novanto yang pernah disebutkan oleh Irvan selama ini. Bahkan kutipan tentang Senayan pun harus diklarifikasi karena mengacu pada namasuatu daerah. Bukan nama seseorang.

Hanya saja, dalam persidang-persidangan selanjutnya, Jaksa langsung mengasosiasikan Senayan tersebut dengan DPR. Bahkan Lebih celaka lagi dengan nama Setya Novanto. Pengiiringfan opini yang akhirnya menjadi fitnah tersebut yang kini tengah dilaporkan oleh Irvan.

Pengusaha muda itu mengaku tidak pernah menyebutkan kalimat tersebut. Sebaliknya Irvan kini meminta Bobby untuk mempertanggungjawabkan kalimat yang disebutkannya di pengadilan tersebut. Pada saat itu, jelas akan terbukti mana yang benar dan mana yang fitnah.