SHARE

Penetapan Kota Tua Hebron/Al Khalil, jadi Website Warisan Dunia oleh Organisasi Kebudayaan PBB (UNESCO) pada 7 Juli 2017 lantas, didahului dengan sistem yang alot.

Sistem inskripsi Hebron memperoleh mengenaian keras dari Delegasi Israel, termasuk juga waktu ditetapkan untuk diputuskan lewat pengambilan suara (voting) dengan rahasia.

Inskripsi atas Kota Hebron dikerjakan pada Sidang Session ke-41 Komite Warisan Dunia di Krakow, Polandia.

Berdasar pada tayangan pers yang di terima Kompas. com dari Kedutaan Besar RI di Warsawa, Selasa (11/7/2017), dijelaskan, sidang itu di hadiri 21 negara anggota Komite Warisan Dunia, termasuk juga Indonesia.

Alotnya sidang ini berlangsung waktu Duta Besar Israel untuk UNESCO, Carmel Shama-Hacohen, mengemukakan memprotes keras pada Ketua Sidang.

Dia terasa dijanjikan juga akan ambil pengambilan suara rahasia lewat bilik nada, bukanlah lewat pembagian amplop ke meja anggota Komite Warisan Dunia.

Atas memprotes itu. Ketua Sidang juga sangat terpaksa menyebut pihak keamanan karna Carmel Shama-Hacohen menampik untuk meninggalkan podium.

Pada akhirnya, Kota Tua Hebron diinskripsi dengan 12 nada mensupport, enam nada abstain, serta tiga nada menampik.

Pada hari yang sama, Kota Tua Hebron dimasukkan kedalam Website Warisan Dunia Dalam Kondisi Bahaya, supaya selekasnya memperoleh perhatian dari dunia.

Ancaman agresi Israel

Pengusulan Kota Tua Hebron jadi Website Warisan Dunia oleh Palestina, yaitu karna karena agresi Israel dengan terus-menerus.

Keluar kecemasan agresi itu akan mengakibatkan kerusakan nilai histori yang tinggi di lokasi itu.

Kota Tua Hebron adalah tempat bersejarah untuk tiga agama monoteistik : Yudaisme, Kristen, serta Islam.

Pada saat lantas, kota ini jadi satu diantara persinggahan perlu beberapa kafilah yang lakukan perjalanan pada Palestina Selatan, Sinai, Yordania Timur, serta sisi utara Jazirah Arab.

Satu hari terlebih dulu, Komite Warisan Dunia juga mengambil keputusan untuk mengambil ketentuan mengenai Kota Tua Yerusalem serta Dindingnya lewat pengambilan suara.

Pengambilan suara menghadirkan hasil, 10 nada mensupport, tiga nada menampik, serta delapan nada abstain.

Duta Besar RI untuk UNESCO yang Duta Besar RI Paris, Hotmangaradja Pandjaitan, menyebutkan, Indonesia menghormati Kota Tua Yerusalem jadi tempat suci agama Samawi.

Tetapi, Indonesia menggarisbawahi perlunya memerhatikan kenyataan yang sebenarnya. Salah nya ialah, kalau Kota Tua Yerusalem tengah terancam.

Indonesia berasumsi Komite Warisan Dunia adalah instansi yang pas untuk lakukan perlindungan pada website perlu itu.

Sidang Session ke-41 Komite Warisan Dunia berjalan dari tanggal 2-12 Juli 2017.

Indonesia bertindak aktif untuk mengambil keputusan bebrapa website Warisan Dunia yang membutuhkan perlindungan.

Termasuk juga mengambil keputusan bebrapa website baru untuk dicatatkan kedalam Daftar Warisan Dunia.

Sampai sekarang ini, Indonesia sudah mempunyai delapan Website Warisan Dunia, yakni Hutam Hujan Tropis Sumatra, serta Taman Nasional Ujung Kulon.

Lantas, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Lorentz Papua, Candi Borobudur, Candi Prambanan, serta Website Manusia Purba Sangiran.

Paling akhir yaitu Subak Bali jadi implementasi rencana Tri Hita Karana.

Indonesia jadi anggota Komite Warisan Dunia periode 2015-2019 dengan Angola, Azerbaijan, Burkina Faso, Kroasia, Kuba, serta Finlandia.

Ada juga Jamaika, Kazakhstan, Kuwait, Lebanon, Peru, Filipina, Polandia, Portugal, Korea Selatan, Tunisia, Turki, Tanzania, Vietnam, serta Zimbabwe.