SHARE

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menahan Rahmat Jaya Pramana (35), satu dari empat tersangka sangkaan korupsi di Tubuh Pemberdayaan Orang-orang Desa (Bapemas) Propinsi Sumatera Utara.

Rahmat disangka jadi tersangka korupsi dana project dekosentrasi yang dibiayai APBN Perubahan 2015 sejumlah Rp 41 miliar. Dana itu untuk desa di empat zone di Sumut.

Tersangka yaitu Direktur PT Ekspo Kreatif Indo yang ada di Jakarta. Perusahaannya beroperasi di sektor moment organizer (EO).

” Tersangka mulai sejak Februari 2017 sudah diputuskan penyidik jadi tersangka masalah sangkaan korupsi menyangkut kejahatan korporasi di Bapemas Propinsi Sumut. Tersangka juga akan kita gunakan Pasal 2 subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (2) serta (3) Undang-undang Nomor 31 th. 1999 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, ” terang Kepala Seksi Penerangan serta Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, Senin (10/7/2017).

Pada beberapa tersangka beda, lanjut Sumanggar, juga akan dikerjakan pemanggilan untuk dikerjakan kontrol step penyidikan. Sistem perlakuan masalah ini telah jalan mulai sejak akhir 2016, beberapa tersangka telah sempat di panggil terlebih dulu sejumlah 3x.

Modus sangkaan korupsi korporasi yang dikerjakan beberapa tersangka berlangsung dalam pemakaian dana dekonsentrasi yang bersumber dari APBN Perubahan Th. Biaya 2015 sebesar Rp 41, 8 miliar pada Bapemas Pemprov Sumut.

” Biaya itu untuk aktivitas kursus serta pengembangan kemampuan aparatur pemerintahan desa se-Sumut yang dibagi dalam empat paket atau zone. Masalah ini tersingkap atas temuan BPK RI, ” ungkap dia.

Ke-4 tersangka yaitu Budhiyanto Suryanata sebagai Direktur PT Proxima Convex, Taufik sebagai Direktur Partner Multi Komunication, Rahmat Jaya Pramana sebagai Direktur PT Ekspo Kreatif, serta MN dari PT SCM. Nama paling akhir dihapus dari daftar tersangka karna telah wafat dunia.

Tim penyidik Pidana Spesial Kejati Sumut mengambil keputusan ke-4 tersangka karna perusahaan yang mereka pimpin jadi EO dari Jakarta dalam pengerjaannya memakai dana dekonsentrasi.

Jaksa di Bagian Humas Kejati Sumut Yosgernold Tarigan, memberikan, berkaitan masalah ini, pihaknya sudah mengecek 30-an saksi terbagi dalam pihak Bapemas sebagai petinggi pembuat prinsip (PPK) serta pemakai biaya (PA), termasuk juga dari pihak perusahaan beberapa tersangka sendiri.

” Kerugian negara karena perbuatan beberapa tersangka ditaksir sebesar Rp 1, 5 miliar, ” terang Yosgernold.