SHARE

Ketidaklaziman terus diperlihatkan oleh Kejaksaan Agung. Salah satunya terlihat dari apa yang dilakukan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah, yang memintai keterangan dari Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin hingga dini hari.

Menurut Arminsyah pihaknya telah menawarkan pemberian keterangan dari Maroef dilakukan pada Jumat pagi (4/12/2015), tapi mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara tersebut tetap meminta pemberian keterangan berlangsung tepat setelah sidang di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Sebelumnya, bukti berupa rekaman illegal dari Maroef Syamsudin langsung dikangkangi oleh Kejaksaan Agung. Padahal bukti rekaman illegal yang asli dari Maroef Syamsuin itu, sangat diperlukan dalam proses pemeriksaan saksi yang dilakukan oleh MKD pada Kamis (3/12/2015)

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Jaksa Agung HM Prasetyo tak bermain politik. Hal ini disampaikan Fahri menanggapi langkah Kejaksaan Agung yang mulai mengusut dugaan permintaan saham yang terbukti dalam siding MKD tidak benar.

“Tolonglah, Jaksa Agung jangan bermain politik,” kata Fahri, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2015).

Fahri menilai sosok jaksa Agung selama ini tidak bisa dilepaskan dari latar belakangnya sebagai politisi Partai Nasdem. Ia pun menyinggung keterkaitan Jaksa Agung dengan kasus korupsi dana bantuan sosial di Sumatera Utara.

“Jaksa Agung itu sudah disebut dalam kasus bansos dan dia seorang politisi. Saya kasihan dengan 7.000 jaksa profesional kalau Jaksa Agung-nya seperti ini,” kata dia.

Fahri mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk tak lama-lama mempertahankan HM Prasetyo dari jabatannya sebagai Jaksa Agung. “Kalau main politik, mungkin Jokowi belum tentu ngerti akibatnya, tapi ini berbahaya,” ucap dia.