SHARE

Jakarta – Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya masih tetap menelusuri jaringan narkoba berkaitan penangkapan artis Pretty Asmara. Pemeran antagonis di sinetron ‘Saras 008’ itu berstatus jadi penghubung pengedar ke pemakai narkoba di kelompok artis.

” Sekarang ini kami masih tetap menguber AL yang disebut-sebut pesan narkoba lewat Pretty, lalu kami juga masih tetap juga akan menelusurinya sampai ke jaringan atasnya, diatas Hamdani ini siapa sich, ” tutur Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Doni Alexander, Jumat (21/7/2017).

Doni menyebutkan, Pretty hanya jadi penghubung rekanan artis yang memerlukan narkoba pada pengedar. Lewat Pretty, artis-artis pengguna dapat lakukan pemesanan barang.

” Bila problem apakah Pretty memperoleh fee, itu kami belum juga peroleh karna Pretty serta Hamdan ini telah seperti kakak-adik. Jadi ada usaha Hamdan tutupi status Pretty. Hamdan sekalipun Hamdan tidak mengatakan fee, ” jelas Doni.

Walau sekian, pihaknya masih tetap juga akan menelusuri sejauh mana Pretty ikut serta dalam peredaran narkotika. Polisi memperoleh info kalau Pretty telah lama kenal dunia narkoba.

” Bila info kisaran nada itu telah lama, namun kita kan bicara kenyataan. Kenyataannya kami baru dapatkan yang ini saja namun sebelum-sebelumnya ya tidak tutup peluang juga pernah, ” lanjutnya.

Pretty di tangkap dengan partnernya Hamdani, seseorang pengedar narkotika di lobi satu hotel di lokasi Kemayoran, Jakarta Utara pada Minggu (16/7) awal hari kemarin. Pretty di tangkap waktu menyerahkan uang Rp 25 juta pada Hamdani, yang disangka jadi uang hasil penjualan narkotika ke tersangka Alvin (DPO) yang pesan narkoba lewat Pretty.

Narkoba yang dipesan Alvin itu diketemukan di ruang karaoke di hotel yang sama. Di ruang itu, polisi temukan 7 artis pendatang baru yang tengah persta narkoba. Ke-7 artis itu positif benzo serta amphetamine.