SHARE

Perayaan Isra Miraj sesungguhnya bisa menjadi momentum untuk saling mengingatkan, bahwa esensi pokok dari kehidupan adalah bagaimana bisa bermanfaat atau berguna bagi orang lain.

Dalam konteks itu pula adalah penting melakukan pengorbanan untuk kemaslahatan umat.

Oleh karenanya tentu menjadi pertanyaan besar mengapa di hari yang mestinya dijani dengan tenang dan nyaman ini Jusuf Kalla dan Susilo Bambang Yudhoyono justru saling tuding

Jusuf Kalla tiba-tiba bicara soal kebijakan ekonomi yang diterapkan pada era pemerintahan SBY dan Boediono, 2009-2014.

Khususnya terkait kebijakan kredit usaha rakyat (KUR) yang sangat mencekik pengusaha kecil.

sbybudi

Ini sebuah kesalahan luar biasa yang dilakukan SBY & Boediono. KUR pengusaha besar dapat 10 persen sampai 15 persen, tapi pengusaha kecil dapat 23 persen, demikian antara lain dikemukakan Wapres.

JK menyampaikan hal ini saat menutup Kongres Ekonomi Umat yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin, 24 April di Jakarta.

Dari penelusuran Nasionalisme.net, JK juga sebelumnya sudah menegaskan hal itu saat membuka Dialog Ekonomi Nasional yang diselenggarakan Kadin Jabar, medio Januari lalu.

“Ini yang menjadi pertanyaan, kezaliman yang luar biasa,” begitu kata Wapres, yang menjadi Wapres SBY di era 2004-2009.

sbyjk

Akibat kebijakan itu, kata JK, banyak pengusaha kecil yang tidak dapat bertahan.

Untuk mengantisipasi banyaknya pengusaha kecil gulung tikar, pemerintah melakukan intervensi.

“Jadi bagaimana rupanya? Ya kita harus balik itu semua, supaya ada memperkecil gapnya.”

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menekan bunga KUR dengan cara memberikan subsidi bunga.

Pada 2016 bunga KUR hanya 9 persen. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 12 persen, dan bahkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 22 persen.

Baca Juga  Ini Alasan Partai Demokrat Mulai Kebakaran Jenggot terkait Korupsi e-KTP

“Sekarang tidak, pengusaha kecil dikasih bunga yang lebih kecil dari pengusaha besar,” JK menegaskan.

sbymarah

Sindiran JK, apalagi dengan beberapa kali menyebut zalim, rupanya membuat kuping SBY panas.

Saat berpidato di acara perayaan Isra Miraj di DPC Batam, Ketum Demokrat itu tiba-tiba juga bicara soal adanya pihak yang mengusik dirinya dan Partai Demokrat.

Meski tidak menyebut nama, siapa pun tahu siapa yang dimaksud oleh penguasa republik pada 2004 hingga 2014 itu.

Pernyataan SBY kemudian tersebar luas melalui cuitan berbagai pihak.

@sbyudhoyono