SHARE

JAKARTA – Rancangan UU Pemilu, sekarang ini masih tetap mandeg pada empat gosip krusial serta belum juga bisa disetujui oleh pemerintah serta DPR.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengemukakan dianya memohon pada Pansus RUU Pemilu agar bisa memprioritaskan musyawarah.

Walau selanjutnya, bila tidak menjumpai perjanjian, Pansus bisa lakukan voting yang mementingkan nada paling banyak.

” Ya yang paling perlu memanglah musyawarah dahulu, bila memanglah tidak dapat, baru dapat voting, ” tuturnya di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (12/7/2017)

Pemerintah, tegas dia, tetap dalam tempat menjaga ambang batas pencalonan presiden sejumlah 20-25 %, emngingat telah 2 x pemilu menggunakan ketentuan itu.

Dinamika yang berlangsung di DPR serta pemerintah, menurut Kalla lumrah serta dapat dikerjakan dengan musyawarah sebelumnya ditetapkan dengan voting.

” Saat ini pasti ada dinamika-dinamika di DPR, jadi bicarakanlah dengan baik, ” kata dia.

Baca Juga  Pemerintah Serahkan Semua Putusan Pada Rapat Saat Jelang Paripurna