SHARE

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa sampai saat ini pemerintah belum sepakat untuk memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia. Ada lima syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu oleh Freeport untuk bisa memperpanjang kontraknya. Apa saja?

Syarat pertama, perpanjangan kontrak baru bisa dilakukan dua tahun sebelum kontraknya habis. Ini sesuai ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2014. Perusahaan asal Amerika Serikat ini baru bisa mengajukan perpanjangan kontrak pada 2019.

Syarat kedua adalah terkait penggunaan barang dan jasa yang digunakan Freeport dalam kegiatan operasinya. Presiden meminta Freeport untuk meningkatkan penggunaan barang dan jasa dalam negeri (local content). Ini merupakan salah satu poin yang termasuk dalam renegosiasi kontrak pertambangan.

Ketiga, terkait divestasi saham Freeport Indonesia untuk dalam negeri.  Jokowi belum bisa memutuskan apakah Freeport harus melepas sahamnya lewat pasar modal, atau melalui mekanisme lain. Dia masih menunggu rekomendasi dari Tim Pembangunan Papua.

“Nanti kalau timnya sudah memberikan masukan ke saya, saya putuskan,” kata Jokowi.  Mengenai harga dan rencana pengambilalihan saham Freeport, dia menyerahkan kepada kementerian terkait. Freeport pada 13 Januari lalu telah menyerahkan divestasi 10,64 persen sahamnya kepada pemerintah, yang nilainya sekitar Rp 23 triliun.

Saham yang dilepaskannya ini merupakan bagian dari total kewajiban divestasi saham sebesar 30 persen. Ini juga merupakan salah satu dari enam poin renegosiasi kontrak karya yang disepakati oleh Freeport.

Saat ini pemerintah telah memiliki 9,36 persen saham Freeport yang didapat sejak Kontrak Karya (KK) generasi pertama yang ditandatangani pada 1967. Dengan demikian, Freeport akan melepas 20,64 persen lagi sisa sahamnya. Perusahaan tambang ini juga pernah menyampaikan, nilai divestasi 20,64 persen sahamnya mencapai US$ 4 miliar atau sekitar Rp 48 triliun dengan kurs Rp 12.000 per dolar AS.

Keempat, meningkatkan pembayaran royalti khususnya untuk tiga komoditas tambangnya, yakni tembaga, emas, dan perak. Pemerintah menetapkan royalti tembaga naik dari 3,5 persen menjadi 4 persen. Royalti emas dari 1 persen menjadi 3,75 persen dan perak dari 1 persen menjadi 3,25 persen.

Kelima, Freeport wajib membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter). “Kami minta yang lima (syarat) tadi pada Freeport. Tapi untuk memperpanjang dan tidaknya, itu nanti sebelum 2021,” ujar Jokowi.*