SHARE

JAKARTA — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mendatangi Istana Negara pada Jumat (21/7). Pemimpin OJK baru yang menukar Muliaman D Hadad itu mengakui memperoleh beberapa keinginan dari Presiden Joko Widodo.
‎Menurut Wimboh, Jokowi memohon ia dapat membawa OJK untuk berperan pada kestabilan bidang keuangan. OJK harus juga menolong beragam pembiayaan hingga pembangunan ‎ negara dapat jalan dengan baik ke depan.

” Lalu dapat menolong memberi akses keuangan pada beberapa orang-orang kecil terlebih yang orang-orang belum juga dapat akses ke industri layanan keuangan, perbankan, ataupun layanan keuangan yang lain, ” tutur Wimboh di Istana Negara, Jumat (21/7).

Terlebih dulu, Ketua Mahkamah Agung Muhammad Hatta Ali resmi melantik Anggota Dewan Komisioner Otoritas Layanan Keuangan (DK OJK) periode 2017-2022. Pelantikan ini sesuai sama Ketentuan Presiden Nomor 87/P. 2017 mengenai Pemberhentian serta Pengangkatan Anggota DK OJK.

Sesudah dilantik, Wimboh mengakui juga akan berjumpa beberapa aktor layanan keungan. Lalu dia juga akan mengadakan rapat dewan komisioner untuk memastikan pembagian pekerjaan anggota dewan komisioner. ” Kami juga akan untuk pekerjaan anggota serta program-program periode pendek yang juga akan kami kerjakan. Hal tersebut seperti lakukan efektif, ” katanya Kamis (20/7).

Berdasar pada pasal 10 Undang-Undang Nomor 21/2011 mengenai OJK, susunan DK OJK terbagi dalam ketua merangkap anggota, wakil ketua, dan sebagian kepala pengawas, salah satunya kepala eksekutif pengawas perbankan serta kepala eksekutif pengawas pasar modal.

Wimboh terlebih dulu menjabat jadi komisaris paling utama Bank Mandiri dari 2015 sampai 2017. Ia sempat juga menjabat jadi direktur Instansi Pengembangan Perbankan Indonesia pada 2016 hingga 2017.