SHARE

JAKARTA — Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, pada Senin (10/7) di check jadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Febri juga akan memberi info berkaitan masalah sangkaan korupsi biaya pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gorontalo, yang membuat bekas anggotanya, Lisna Alamri, jadi terdakwa.

” Juga akan jadi saksi untuk persidangan dengan terdakwa Lisna Alamri, kelak menerangkan berkaitan dengan pelaporan gratifikasi sesuai sama keinginan info dari penyidik Bareskrim terlebih dulu pada KPK, ” jelas Febri dalam info tertulisnya, Senin (10/7).

Febri menerangkan, surat pemanggilan jadi saksi yang diperuntukkan ke KPK waktu dianya belum juga jadi Jubir KPK serta masih tetap jadi pegawai di Direktorat Gratifikasi. Lalu, ia memperoleh pekerjaan untuk memberi jawaban serta info ke penyidik. ” Saat ini kasusnya masuk di step persidangan, ” terangnya.

Gratifikasi ditata di Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Gratifikasi berarti pemberian, yang dalam arti luas, mencakup pemberian uang, barang, rabat (potongan harga), komisi, utang tanpa ada bunga, sampai ticket perjalanan.

Tiap-tiap gratifikasi pada pegawai negeri atau penyelenggara negara dipandang pemberian suap, jika terkait dengan jabatannya serta berlawanan dengan keharusan atau tugasnya. Bila tidak mematuhi, ada ancaman denda maksimum yakni penjara paling lama 20 th. serta denda Rp 1 miliar. Jadi itu, tiap-tiap penerimaan gratifikasi, mesti dilaporkan ke KPK.

Baca Juga  Gerindra Patuhi Putusan Paripurna dan Siap Dukung Pansus KPK