SHARE

Tamin, 85 th., hampir tidak dapat mendengar waktu di ajak bicara pagi itu. Waktu berdialog, jawaban yang terucap telah tidak sekali lagi nyambung.

Seperti pria seusianya, Mbah Tamin telah sepatutnya nikmati beberapa waktu tuanya. Tetapi, ia lebih pilih tetaplah bekerja di usianya, untuk menolong yang lain. Hal lebih kurang sama dikerjakan Giyatno, 58 th..

Ia nyaris setiap hari menolong pembangunan tempat tinggal tetangganya yang sekarang ini dipugar. Tak ada gaji yang diterimanya waktu upayanya menolong. Cuma doa serta kemauan yang menemani langkahnya menolong yang beda.

Tamin serta Giyatno, yaitu dua pria dari Kota Semarang, Jawa Tengah, yang dengan kesadaran sendiri menolong warga beda yang memerlukan. Keduanya, dengan warga dusun yang lain dan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) bahu membahu dengan menolong sistem pemugaran tempat tinggal tidak layak huni (RTLH).

Jadi, saat pagi itu, Mbah Tamin, yang kenakan pakaian, celana pendek, sandal jepit, serta topi loreng itu terlihat serius mencangkul, mengaduk pasir serta semen, sampai membawa hasil adukan ke pondasi tempat tinggal menantunya, Sutarso, warga RT 02 RW 01 Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Sesaat Giyatno, yang disebut pensiunan ini, menempatkan batu batako dirumah nenek sebatangkara punya Saonah, warga Dusun Sedayu RT 06/Rw 01 Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati. Tempat tinggal Saonah dinyatakan tidak layak huni karna beralas tanah, dan berdinding papan kayu.

“Niat saya bantu saja. Ya, bantu dari pertama, hingga usai. Tujuannya ini beribadah, ” ucap Giyanto, waktu didapati Kompas. com dirumah Saonah, di Semarang, Senin (10/7/2017) pagi.

Dirumah punya Saonah ini, beberapa anggota TNI seperti Pembantu Letnan Satu Asep, Sersan Kepala Subaidi, Sersan Kepala Sutijan turut ikut serta menolong sistem pemugaran tempat tinggal selebar lebih kurang tujuh mtr. ini.

Beberapa anggota TNI yang baru mentas dari pendidikan juga turut menolong sistem ini. Tempat tinggal Saonah direncanakan usai dipugar kurun waktu 30 hari.

Tempat tinggalnya yang awal mulanya berdinding papan kayu ditukar dengan dinding batu batako, sesaat lantainya dihaluskan. Untuk pemugaran ini, Saonah tidak butuh keluarkan cost untuk perbaikan tempat tinggalnya.

Saonah dengan 19 warga yang lain di Kelurahan itu jadi tujuan program operasi Tentara Manunggal Membuat Desa (TMMD) reguler ke 99 Kodim 0733 BS Semarang th. 2017.

Dari 20 tempat tinggal tidak layak huni yang di kelurahan itu, beberapa ada yang dipugar, sampai ada juga yang dibangunkan tempat tinggal dari sejak awal pondasi.

Dalam program TMMD ini, setiap tempat tinggal di beri alokasi Rp 10 juta untuk pemugaran tempat tinggal.

20 RTLH ini diantaranya punya Sunani, warga RT 01/1 Dukuh Jetis, Kelurahan Kalisegoro ; lantas Darmu, Sutarso, Rapiah, Gunadi, Aris, Saonah, warga Dusun Sedayu, Kelurahan Kalisegoro ; lalu Tarmidi, Urip, Suwoto, Samiji, Jumari, Ngatemi, Ngasiah, Pamirah, warga RW 02 Kelurahan Kalisegoro ; Ngadimin, warga RT 01/01 Kelurahan Kalisegoro ; Partini, warga RT 02/03 Kelurahan Kalisegoro ; serta Fauzan serta Supadi, warga RT 03/03 Dusun Ndelik, Kelurahan Kalisegoro.

Lurah Kalisegoro, Kecamatan Gunung Pati, Sabar Tri Mulyono menyebutkan, beberapa penerima rehab RTLH di wilayahnya betul-betul pas tujuan.

Sebelumnya tempat tinggal diperbaiki, tempat tinggal sudah dikerjakan survey oleh tentara pembina desa bersama tim kelurahan berkaitan, sampai memohon kesepakatan si yang memiliki tempat tinggal.

Sesudah disurvei, ada ada 20 tempat tinggal yang pada akhirnya diputuskan jadi tujuan program. Tiap-tiap tempat tinggal dibantu Rp 10 juta yang bersumber dari Pemerintah Kota Semarang serta Tubuh Amil Zakat Semarang.

“Tapi pertolongan ini cuma simultan. Pertolongan Rp 10 juta, namun terkadang realisasinya hingga Rp 30 juta. Sisa yang lain gotong royong orang-orang, ” kata Sabar, disampingi Sekretaris Desa Tri Winarna, pada Kompas. com.

Sebelumnya jadi tujuan program, Kelurahan Kalisegoro sempat juga jadi tempat bln. bhakti gotong royong.

Saat itu, tempat tinggal punya nenek Lamah, dipugar dengan pertolongan Rp 7 juta, dan di beri pertolongan kursi roda. Tempat tinggal punya Lamah juga sekarang ini terlihat kuat, karna berdinding tembok, lantai plesteran, dan rangka atap dari kayu glugu.

Sabar serta piranti kelurahan Kalisegoro, terasa mujur karna wilayahnya jadi tujuan porgram TMMD di kota lumpia ini.

Dengan hal tersebut, semua cost, sampai tenaga kerja didukung bersama dengan swadaya orang-orang. Pemugaran tempat tinggal juga sisi dari ikhtiar pengentasan kemiskinan.

Selama ini, berdasar pada data dari Tubuh Pusat Statistik dalam angka 2015, angka kemiskinan di Jateng 13, 32 % atau sekitaran 4, 5 juta jiwa, pengangguran terbuka 4, 99 %. Keseluruhan masyarakat Jateng sejumlah 33. 774. 140 jiwa, dengan 16, 7 juta lelaki serta 17, 023 juta perempuan.

Terkecuali rehab RTLH, TNI Angkatan Darat dalam operasinya juga lakukan pengaspalan jalan di RW 01 sejauh 436 mtr. persegi, pavingisasi jalan 100 mtr., serta pembukaan jalan baru seluas 180 mtr. dengan lebar 3 mtr., serta pavingisasi jalan makam, pembuatan gorong-gorong, rehab dua mushala, rehab satu pos kamling.

Tentara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Kalisegoro, Sersan Dua Muhammad Saleh menyebutkan, ada sekitaran 110 personel TNI yang ikut serta dalam keseluruhnya program TMMD itu.

Mereka yang ikut serta, yakni 25 personel dari Yon Kavaleri 2/TC, 25 personel Yon-Arhanudse, 8 personel Sidam, 48 personel dari Kodim 0733 BS, 2 personel Sipur serta 2 personel sisi kesehatan Kodam. Terkecuali TNI, warga Kelurahan Kalisegoro juga turut ikut serta aktif dalam program ini.

“Pembukaan tanggal 4 (Selasa), mulai aktif bekerja hari Rabu tanggal 5, ” kata Serda Saleh.

Operasi TMMD di Kota Semarang di buka pada Selasa, 4 Juli 2017 lantas di lapangan Kelurahan Kalisegoro. Aktivitas di buka oleh Asisten Ekonomi serta Pembangunan Pemprov Jateng Priyo Anggoro, bersama Komandan Kodim Semarang, Kolonel Infanteri Zainul Bahar.

Program itu juga akan selesai pada 2 Agustus 2017 yang akan datang. Semua bangunan yang sudah jadi tujuan mesti jadi waktu selesainya program.

Dengan hal tersebut pada 2 Agustus yang akan datang, semua bangunan juga akan selesai, dan 20 tempat tinggal juga akan jadi layak serta beradab ditempati oleh manusia.