SHARE

Panitia Spesial (Pansus) Rancangan Undang-Undang Pemilu kembali alami kebuntuan waktu mengadakan ralat di Ruangan Pansus B Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Sedianya dalam rapat itu Pansus juga akan merampungkan empat gosip krusial dari lima gosip yang masih tetap belum juga ditetapkan.

Ke-4 gosip krusial yang gagasannya juga akan ditetapkan yaitu parliamentary threshold, system pemilu, sebaran kursi perdaerah penentuan, serta cara konversi nada. Sedang satu gosip yang juga akan disisakan yaitu presidential threshold.

” Pengambilan ketentuan tingkat satu yang diisi mengenai pandangan mini fraksi, pendapat pemerintah serta penandatanganan teks RUU tidak jadi kami kerjakan hari ini, kami menunda hari Kamis tanggal 13 jam 13. 00 WIB, ” tutur Ketua Pansus Lukman Edy selesai rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Sebelumnya memutuskan tingkat I, Pansus gagasannya juga akan kembali mengadakan rapat internal tanpa ada di hadiri pemerintah untuk meyakinkan sikap Pansus berkaitan ke-5 gosip krusial yang tersisa.

Tetapi, ia menyatakan, pemerintah serta DPR setuju supaya pengambilan ketentuan tingkat II di Paripurna tetaplah diselenggarakan pada 20 Juli.

” Kami menyetujui kalau manfaat pengambilan ketentuan tingkat II penetapan RUU jadi undang-undang, tetaplah juga akan dikerjakan pada 20 juli. Atas ketentuan ini jadi pimpinan Pansus juga akan selekasnya memberitahu kalau tak ada penundaan proses paripurna, ” tutur politisi PKB itu.

Pemerintah terlebih dulu meneror menarik diri dari kajian RUU Pemilu yang tengah berjalan di DPR bila selalu berlangsung kebuntuan masalah presidential threshold.

Pemerintah juga bersikeras memakai 20 % kursi DPR atau 25 % nada sah nasional. Sesaat, nada fraksi di DPR sekarang ini terbelah dalam tiga pilihan, yakni ikuti pemerintah, 0 %, serta 10-15 %.