SHARE

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. M. Iriawan memberikan keterangan resminya seputar pencarian dan penangkapan mantan anggota Komisi II DPR RI, Miryam Aryani. Pencarian dan penangkapan itu atas permintaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tertanggal 26 April 2017.

Berikut adalah tanya jawab Kapolda Metrio Jaya Irjen Pol.Moch.Iriawan dengan wartawan, sebagaimana dihimpun Nasionalisme.net

Awal uraian Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Moch. Iriawan

Hari ini saya merilis berkaitan permintaan bantuan penangkapan bagi DPO saudari Miryam Aryani, sesuai dengan surat KPK kepada kami tanggal 26 April, ini KPK meminta bantuan kepada kami untuk mencari DPO atas nama Miryam S. Haryani.

Tindak lanjut atas permintaan itu?

Atas dasar permintaan mencari dan menangkap DPO ini, kami membentuk tim dari Polda Metro Jaya dan beberapa anggota dari Polres Depok dengan Krimum. Dan kami mulai bekerja mencari tahu dimana keberadaan yang bersangkutan.

Langsung mengetahui?

Sudah mulai terendus yang bersangkutan berada di Bandung di tempat beberapa kerabatnya.

senyummiris
Miryam S Haryani masih bisa tersenyum setelah ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa, Senin (1/5) dinihari

Langkah selanjutnya?

Kemudian kami telusuri di Bandung. Kami cari di beberapa tempat kerabatnya. di Waringin. Kemudian ke Trans Hotel. Ternyata sudah tidak ada. Yang bersangkutan sudah berpindah.

Cari ke mana lagi?

Tim kemudian, tepatnya tanggal 30 April, tim mendapat informasi lagi yang bersangkutan sudah berada di Jakarta, ke kerabatnya di wilayah Kemang.

Selanjutnya?

Kerabat-kerabatnya kita datangi dan meminta informasi keberadaan yang bersangkutan. Dan baru pukul 00.20 WIB, anggota dilapangan mendapat informasi bahwa yang bersangkutan berada di Grand Kemang Hotel.

Benar informasi itu?

Ternyata benar. Tim kami melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan. Sehingga mulai tadi malam DPO dapat kami tangkap.

Setelah ditangkap?

Kami amankan dengan baik-baik. Kemudian tadi anggota kami melakukan pemeriksaan terkait pelarian yang bersangkutan karena kasus pokoknya kami tidak menangani, KPK yang tangani.

Baca Juga  Rizal Ramli Diperiksa Terkait SKL BLBI

Apakah akan terus diperiksa penyidik polisi?

Tidak. Kami hanya menanyakan seputar pelarian. Setelah ini kami akan menyerahkan kepada KPK, nanti KPK yang melakukan pemeriksaan. Kami hanya melakukan bantuan, kegiatan ini sering dilakukan. Sinergi kami perbantuan terhadap KPK.

Apa ada yang menemani buronan saat ditangkap?

Pada saat ditangkap yang bersangkutan sedang bersama adiknya, sedang menunggu seseorang yang akan datang ke hotelnya.

miriski
Miryam S Haryani saat dibawa anggota Satuan Tugas Bareskrim Polri dari Hotel Grand Kemang, pukul 00.20 Senin (1/5) dinihari lalu.

Siapa yang akan datang?

Kita dalami siapa yang akan datang tersebut. Yang jelas DPO sudah dapat. Setelah ini kita akan antar ke KPK. Pendalaman kita akan koordinasi dengan KPK terkait bantuan penangkapan. Kami pasti akan koordinasi, untuk kecepatan setelah ini kami antar Miryam ke KPK.

Motif buron sendiri?

Sudah panggilan kedua tidak mendatangi KPK, dikenakan pasal? Nanti lebih jelasnya tim lawyer yang bersangkutan yang menjelaskan. Garis besarnya yang bersangkutan pergi karena ditetapkan tersangka oleh KPK karena memberikan keterangan palsu.

Selanjutnya?

Katanya yang bersangkutan kaget kenapa ditetapkan tersangka sehingga yang bersangkutan pergi dan berdiskusi berkaitan dengan penetapan tersangka. Lebih lanjut KPK yang mendalami. Dalam penyerahan di sana kan bisa ketemu Miryam di KPK.

Pasal yg dikenakan ke Miryam dan yg membantu?

Pasal 22 UU 30 UU KPK di situ ada ancamannya minimal 3 tahun maksimal 12 tahun. Tentunya kami akan mendalami tentang perginya yang bersangkutan dan siapa yang membantu saja. Nanti kita serahkan ke KPK data tersebut namun perkara pokoknya KPK.