SHARE

DENPASAR -‎ Kasatreskrim Polresta Denpasar, Kompol Aris Purwanto menyebutkan, sudah mengambil keputusan enam tersangka dalam masalah penusukan berbuntut kematian anggota TNI AD yang tengah pendidikan militer di Pulaki, Buleleng, Bali.

Prajurit Dua (Prada) Yanuar Setiawan (20) yang pada 17 Juli kelak harusnya telah memperoleh peletakan jadi anggota TNI AD, meregang nyawa sesudah dikeroyok serta ditusuk di Jl By Pass Ngurah Rai, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali, Minggu (9/7/2017) dinihari waktu izin liburan.

Satu tersangka paling utama masalah itu, adalah anak anggota Dewan Propinsi Bali.

Status ini naik selesai dikerjakan penyidikan tempo hari malam.

” Telah kami tentukan tersangka. Tersangka intinya DKDA, ” ucap Aris pada mass media waktu didapati di ruangnya, Senin (10/7/2017).

Disinggung, benarkah DKDA adalah anak anggota Dewan Propinsi Bali, berinisial DNR, Aris membetulkan hal itu.

” Ya benar. Anak anggota Dewan Propinsi Bali, ” jelasnya.

Aris memberikan, terkecuali enam tersangka yang telah diputuskan jadi tersangka, ada lima orang sekali lagi yang ikut serta.

Lima orang ikut serta tetap dalam kontrol.

Statusnya, saat ini masih tetap jadi saksi.

‎Dan peristiwa itu berlangsung di dua TKP.

Latar belakang masalah sama-sama salip di jalanan jadi aspek penyebab kesalahpahaman sampai berbuntut pengeroyokan.

” Enam tersangka itu lakukan pengeroyokan di dua TKP. Tiga tersangka berada di dua TKP, sedang tiga yang lain di satu TKP. TKP pertama 3 di Bypass Jimbaran, yang ke-2 kurang lebih 20 mtr. dari TKP pertama, ” katanya.

Baca Juga  Batik Air Kembali Buka Rute Baru Internasional Denpasar-Chennai India